KENDAL, GEMADIKA.com – Duka mendalam menyelimuti civitas akademika UIN Walisongo Semarang. Enam mahasiswa yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengalami insiden tragis saat hanyut di Sungai Jolinggo, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Selasa siang (4/11).
Musibah nahas ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika keenam mahasiswa tersebut mengikuti aktivitas river tubing di sela-sela pelaksanaan KKN. Arus deras sungai tiba-tiba menyeret mereka, dan dalam sekejap keenam mahasiswa tersebut hilang ditelan derasnya aliran Sungai Jolinggo.
Humas Basarnas Semarang, Zulhawary, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa operasi pencarian dan evakuasi segera digelar.
“Iya betul. Kejadian sekitar jam 14.00 WIB, sedang river tubing,” ujar Zul kepada wartawan saat dihubungi.
Hingga Selasa sore, tim gabungan telah menemukan satu korban dalam kondisi tidak bernyawa. “Sudah ditemukan satu meninggal dunia,” sebut Zul.
3 Mahasiswa Ditemukan Meninggal, 3 Masih Dalam Pencarian
Berdasarkan data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, tiga mahasiswa telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka adalah:
- Riska Amelia (21 tahun), warga Pemalang, Jawa Tengah
- Syifa Nadilah (21 tahun), warga Pemalang, Jawa Tengah
- Muhammad Labib Risqi (21 tahun), warga Pekalongan, Jawa Tengah
Sementara itu, tiga mahasiswa lainnya masih dalam status hilang dan terus dicari oleh tim gabungan SAR. Mereka yang masih dalam pencarian adalah:
- Nabila Yulian Dessi Pramesti (21 tahun), warga Bojonegoro, Jawa Timur
- Bima Pranawira (21 tahun), warga Gresik, Jawa Timur
- Muhammad Jibril Asyarofi (21 tahun), warga Jepara, Jawa Tengah
“BPBD Kabupaten Kendal bersama Tim Gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban,” ujar Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi, Selasa (4/11) sore.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian terdiri dari personel Basarnas, BPBD Kabupaten Kendal, BPBD Provinsi Jawa Tengah, TNI, Polri, relawan, serta warga setempat yang membantu proses evakuasi.
Kronologi Tragedi
Keenam mahasiswa tersebut sedang menjalani program KKN di wilayah Kecamatan Singorojo. Di sela waktu luang kegiatan pengabdian masyarakat, mereka memutuskan untuk mencoba aktivitas river tubing di Sungai Jolinggo yang memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata air di daerah tersebut.
Namun, cuaca yang tidak menentu dan kondisi arus sungai yang deras menjadi faktor penyebab tragedi ini. Keenam mahasiswa terseret arus tanpa sempat menyelamatkan diri, dan dalam hitungan menit mereka hilang dari pandangan.
Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan ke pihak berwenang, dan tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian.
UIN Walisongo Akan Evaluasi Menyeluruh Program KKN
Menanggapi tragedi yang menimpa mahasiswanya, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengumumkan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program KKN, khususnya terkait aspek keamanan dan keselamatan mahasiswa.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Nizar, menegaskan bahwa keselamatan mahasiswa merupakan prioritas utama institusi. Meskipun KKN adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat yang mulia, pelaksanaannya harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian dan kesiapsiagaan.
“Kami akan melakukan evaluasi khususnya dalam hal keamanan, mitigasi risiko, dan pengawasan kegiatan lapangan,” ujar Nizar dalam keterangannya, Selasa (4/11).
Prof. Nizar menjelaskan bahwa pihak kampus terus berkoordinasi intensif dengan BPBD dan tim SAR untuk mendukung proses pencarian. Universitas juga memberikan pendampingan penuh kepada keluarga mahasiswa yang berada di lokasi kejadian.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, UIN Walisongo telah mengirimkan tim pendamping universitas serta dosen pembimbing KKN untuk mendampingi keluarga korban dan membantu proses pencarian,” jelas dia.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan