BIRU-BIRU, GEMADIKA.com — Aktivitas perjudian sabung ayam yang marak di Tanah Mujur, Dusun V, Desa Sidumolyo, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, kembali menjadi sorotan publik. Arena judi yang sempat ditutup usai razia aparat pada Minggu (14/12/2025), bahkan disebut-sebut warga hanya sebagai “drama penggerebekan”, kini dilaporkan kembali beroperasi normal hanya dalam hitungan hari.

Perjudian sabung ayam yang dikemas dengan dalih permainan ketangkasan tersebut diduga tidak berdiri sendiri. Di balik ramainya aktivitas di lokasi, beredar kuat dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu yang membuat praktik ilegal itu seolah kebal hukum.

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan, aktivitas judi tersebut diduga mendapat perlindungan dari oknum yang memiliki pengaruh, baik dari kalangan tertentu maupun aparat. Dugaan inilah yang membuat arena sabung ayam tersebut tetap berjalan meski telah beberapa kali menjadi perhatian warga dan aparat setempat.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Praktik perjudian yang seharusnya diberantas justru dinilai semakin subur, menimbulkan kekhawatiran akan dampak sosial seperti konflik, kriminalitas, hingga rusaknya ketentraman lingkungan.

Tokoh masyarakat setempat sebagai narasumber terpercaya mengingatkan bahwa maraknya perjudian dapat memicu berbagai persoalan sosial dan merusak tatanan kehidupan bermasyarakat. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan transparan dalam menindak segala bentuk praktik perjudian tanpa pandang bulu.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius publik. Masyarakat kini menanti langkah nyata aparat berwenang untuk mengusut tuntas dugaan adanya pihak-pihak yang membekingi aktivitas judi tersebut, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan adil dan tidak tebang pilih.

Informasi tambahan yang diperoleh Tim menyebutkan, aktivitas judi sabung ayam di Tanah Mujur, Dusun V, Desa Sidumolyo, Kecamatan Biru-Biru, diduga telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan belum pernah menyentuh proses hukum terhadap pengelolanya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian setempat masih dalam upaya konfirmasi terkait dugaan tersebut. (Ritonga/ Tim)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami