JAKARTA, GEMADIKA.com – Fenomena media sosial yang menampilkan keharmonisan rumah tangga kerap memicu pertanyaan sensitif: bolehkah mencintai suami orang lain? Pertanyaan ini menjadi viral setelah Ustaz Syafiq Riza Basalamah memberikan penjelasan mendalam dalam sebuah kajian keagamaan.

Dalam sesi tanya jawab yang diunggah di kanal YouTube Lentera Islami pada Jumat (12/12/2024), seorang jamaah mengajukan pertanyaan yang menarik perhatian.

“Ustaz, gimana hukumnya mencintai suami orang lain tanpa berniat merebutnya dari istrinya? Saya tertarik pada suaminya karena istrinya sering memposting kebaikan suaminya,” tanya jamaah tersebut.

Ustaz Syafiq langsung memberikan peringatan tegas.

“Hati-hati ini jemaah. Hati-hati,” katanya.

Ulama kelahiran Palembang ini kemudian menjelaskan bahwa cinta dalam Islam terbagi menjadi dua kategori berdasarkan niat dan tujuannya: cinta karena Allah dan cinta karena nafsu.

“Cinta itu ada karena Allah, tapi ada cinta karena nafsu. Cinta karena Allah, kita mencintai semua orang baik… Enggak perlu kenal sama orang itu, tapi tahu dengan kebaikan orang itu,” jelasnya, dilansir dari YouTube Lentera Islami.

Baca juga :  Kemenkes Waspadai Hantavirus dari Tikus, Risiko Meningkat di Wilayah Banjir

Menurutnya, jika seseorang mengagumi kebaikan seorang laki-laki tanpa niat buruk, hal itu termasuk cinta karena Allah yang diperbolehkan. Namun bagi perempuan yang sudah bersuami, ia wajib menjaga pandangan dan menjaga hati agar tidak terjerumus ke wilayah yang diharamkan.

Boleh dengan Cara Syar’i
Ustaz Syafiq menambahkan, perempuan yang belum menikah atau janda boleh berharap dipinang oleh laki-laki yang baik, meskipun laki-laki tersebut sudah beristri.

“Boleh apa enggak, Jemaah? Boleh apa enggak? Boleh. Masyaallah, kok semangat antum jemah? Boleh. Boleh. Cuma dengan cara yang syari,” katanya.

Beliau mencontohkan kisah Umar bin Khattab yang pernah menawarkan putrinya, Hafsah, kepada Abu Bakar yang saat itu sudah memiliki istri. Namun cara ini harus dilakukan secara terhormat melalui wali, bukan dengan cara menggoda atau merusak rumah tangga orang.

Baca juga :  Tagar “Kami dari 27 Bulan Mei” Kembali Viral, Netizen Sambut Idul Adha 2026 dengan Meme Kocak

Peringatan Soal Perubahan Istilah
Dalam penjelasannya, Ustaz Syafiq juga menyoroti perubahan istilah dalam masyarakat yang membuat dosa seolah-olah tampak halal.

“Yang benar sekarang namanya salah, yang salah namanya jadi benar,” kritiknya.

Ia mencontohkan perubahan istilah dari WTS (Wanita Tuna Susila) menjadi PSK (Pekerja Seks Komersial) yang membuat pelaku merasa memiliki pekerjaan legal, sehingga sulit untuk bertaubat.

Kesimpulan
Ustaz Syafiq menegaskan bahwa mencintai orang lain pada dasarnya tidak masalah selama dilakukan karena Allah, bukan karena dorongan nafsu atau syahwat.

“Intinya enggak apa-apa kita mencintai orang lain karena Allah azza wa jalla, bukan karena nafsu dan syahwat. Apalagi kalau seorang perempuan ini sudah punya suami, hati-hati engkau tundukkan pandanganmu,” tandasnya. (*)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami