JAKARTA, GEMADIKA.com – Upaya pemulihan jaringan internet di wilayah Sumatera yang terdampak bencana banjir dan longsor menunjukkan perkembangan positif. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa konektivitas internet di beberapa daerah berangsur pulih dan mulai stabil.
Dalam acara Deklarasi Arah Indonesia Digital yang digelar di Sopo Del Tower, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025), Meutya memaparkan data terkini kondisi jaringan internet di tiga provinsi yang paling terdampak bencana.
“Di Sumatera Barat sudah stabil di angka 98 persen. Di Sumatera Utara kurang lebih di angka 96 persen,” kata Meutya.
Capaian di Sumatera Barat dan Sumatera Utara menunjukkan kerja keras tim lapangan yang tidak kenal lelah dalam memperbaiki infrastruktur telekomunikasi yang rusak akibat bencana. Dengan tingkat pemulihan mencapai hampir 100 persen, aktivitas komunikasi dan digital di kedua provinsi tersebut sudah hampir kembali normal.
Namun, situasi di Aceh masih memerlukan perhatian khusus. Menkomdigi mengakui bahwa pemulihan jaringan di Aceh masih belum setinggi di dua provinsi lainnya, meski mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
“Untuk Aceh, kita sekarang tengah fokus untuk terus meningkatkan. Tadi saya disampaikan Telkomsel sudah 50 persen, beberapa hari lalu masih 40 persen,” ujar Meutya.
Peningkatan 10 persen dalam beberapa hari terakhir menunjukkan ada kemajuan signifikan, meski masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Tim terus berupaya keras untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah yang paling parah terdampak bencana ini.
Meutya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh operator seluler yang bekerja tanpa henti untuk memulihkan jaringan. Ia mengakui bahwa kerja keras para teknisi lapangan sangat luar biasa, terutama karena banyak di antara mereka yang juga menjadi korban bencana.
“Hari per hari kita berkoordinasi. Setiap jam 07.00 pagi saya terima laporan rekap dari pukul 00.00 mengenai jaringan-jaringan yang sudah terhubung,” kata Meutya.
Dedikasi para pekerja telekomunikasi patut diapresiasi. Di tengah kesedihan kehilangan keluarga dan harta benda, mereka tetap bekerja keras memastikan masyarakat dapat terhubung kembali dengan dunia luar. Konektivitas internet bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga akses terhadap informasi bantuan, koordinasi evakuasi, dan pencarian orang hilang.
Pemulihan infrastruktur telekomunikasi menjadi prioritas penting dalam penanganan bencana. Dengan terpulihnya jaringan internet, distribusi informasi bantuan, koordinasi tim penyelamat, serta komunikasi antara korban dengan keluarga dapat berjalan lebih lancar.
Kementerian Komunikasi dan Digital terus memantau perkembangan pemulihan jaringan setiap hari. Laporan rutin yang diterima Menkomdigi setiap pagi menjadi dasar untuk menentukan prioritas dan strategi pemulihan berikutnya.
Diharapkan dalam waktu dekat, konektivitas internet di Aceh juga dapat mencapai tingkat yang sama dengan Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Hal ini akan sangat membantu proses pemulihan pascabencana dan memudahkan koordinasi bantuan untuk para korban.
Upaya pemulihan ini juga menunjukkan pentingnya infrastruktur digital yang tangguh dalam menghadapi bencana. Ke depan, diharapkan ada peningkatan sistem backup dan infrastruktur yang lebih tahan terhadap bencana alam.




