PATI, GEMADIKA.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Pati dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Jakenan, Minggu (11/1/2026). Genangan air melanda ruas jalan desa hingga pekarangan rumah warga, meski aktivitas masyarakat masih dapat berjalan dengan hati-hati.
Peristiwa banjir mulai terpantau sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan laporan Polsek Jakenan, wilayah yang terdampak meliputi Desa Sembaturagung, Desa Glonggong, dan Desa Tondokerto dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 20 sentimeter, Minggu (11/12/2025).
Kondisi di Tiga Desa Terdampak
Di Desa Sembaturagung, genangan air menutup jalan desa Dukuh Gang Malang sepanjang kurang lebih 100 meter. Air juga masuk ke pekarangan serta sebagian rumah warga dengan ketinggian mencapai 15 sentimeter. Meski demikian, jalur tersebut masih dapat dilalui kendaraan dengan pengawasan petugas.
Sementara di Desa Glonggong, banjir menggenangi jalan raya alternatif Jakenan–Pati sepanjang sekitar 100 meter. Ketinggian air berkisar 5 hingga 15 sentimeter dan masih memungkinkan kendaraan roda dua maupun roda empat melintas, namun pengendara diminta berhati-hati.
Kondisi serupa terjadi di Desa Tondokerto. Genangan air setinggi 10 hingga 20 sentimeter menutup jalan desa sepanjang 100 meter serta merendam pekarangan rumah warga. Petugas kepolisian terlihat melakukan patroli untuk memastikan keamanan warga dan kelancaran lalu lintas.
Luapan Sungai Maling Jadi Penyebab

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jakenan, AKP Agus Arifin, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi serta luapan Sungai Maling di Desa Glonggong yang tidak mampu menampung debit air.
“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke jalan serta pemukiman warga,” kata AKP Agus Arifin.
Ia menegaskan, hingga saat ini kondisi masih terkendali dan tidak menimbulkan kerugian serius bagi warga.
“Untuk korban jiwa, kerugian materiil, hewan ternak maupun pengungsi nihil,” ujarnya.
Polisi Terus Pantau Lokasi Rawan
AKP Agus Arifin menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan patroli di lokasi rawan banjir serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air apabila hujan kembali turun.
“Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan siap membantu warga jika diperlukan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air di ketiga desa tersebut mulai surut seiring berkurangnya intensitas hujan. Namun, warga diminta tetap waspada dan menghindari melintas di area yang masih tergenang dalam.




