PATI, GEMADIKA.com – Jajaran Satuan Samapta (Sat Samapta) Polresta Pati kembali menunjukkan respons cepat dalam menangani gangguan keselamatan lalu lintas. Kali ini, sebuah pohon trembesi berdiameter besar tumbang dan melintang di Jalan RA Sumirah, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, pada Jumat (9/1/2026) malam.

Pohon yang memiliki diameter sekitar 80 sentimeter tersebut berpotensi menghambat arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Beruntung, tim Sat Samapta langsung bergerak cepat melakukan evakuasi sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tim 7 Personel Dipimpin Kasubnit

Kegiatan pemotongan dan evakuasi pohon tumbang dipimpin langsung oleh Kepala Sub Unit Ton 3 Dalmas Sat Samapta, Aiptu Suntawi, bersama tujuh personel Sat Samapta Polresta Pati. Mereka bergerak dengan sigap begitu menerima laporan dari masyarakat tentang adanya pohon yang menghalangi jalan.

Proses evakuasi dilakukan mulai pukul 20.00 WIB hingga 20.40 WIB, atau berlangsung sekitar 40 menit. Dalam operasi tersebut, tim menggunakan dua unit gergaji mesin (chainsaw) untuk memotong batang pohon menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar lebih mudah dipindahkan.

“Penggunaan dua chainsaw sekaligus bertujuan mempercepat proses pemotongan mengingat diameter pohon cukup besar,” ungkap salah satu anggota tim di lokasi.

Wujud Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Kepala Satuan Samapta Polresta Pati, Kompol Ali Mahmudi, S.H., yang mewakili Kapolresta Pati menyampaikan bahwa quick response ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, bukan hanya dalam penegakan hukum tetapi juga pelayanan publik.

“Begitu menerima laporan adanya pohon tumbang yang menutup badan jalan, personel kami langsung bergerak cepat ke lokasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ujar Kompol Ali Mahmudi.

Ia menegaskan bahwa kecepatan penanganan menjadi kunci utama dalam situasi darurat seperti ini. Pohon dengan diameter 80 sentimeter tentu sangat berisiko dan dapat menimbulkan bahaya serius jika tidak segera ditangani.

“Pohon tumbang dengan diameter sekitar 80 sentimeter tentu sangat berisiko, sehingga harus segera dievakuasi agar tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) maupun keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas),” tegasnya.

Apresiasi untuk Personel Sigap

Kompol Ali Mahmudi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapsiagaan dan soliditas personel Sat Samapta yang bertugas di lapangan. Menurutnya, profesionalisme anggota sangat menentukan keberhasilan operasi evakuasi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada anggota yang sigap, terlatih, dan bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga proses pemotongan pohon berjalan aman, cepat, dan lancar,” kata Kompol Ali.

Ia menambahkan, keberhasilan operasi ini tidak lepas dari latihan rutin dan kesiapan mental serta fisik personel dalam menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan.

Tugas Kemanusiaan Polri

Lebih lanjut, Kompol Ali Mahmudi menekankan bahwa tugas kepolisian tidak hanya terbatas pada penegakan hukum semata. Pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai bentuk, termasuk penanganan bencana alam skala kecil seperti pohon tumbang, merupakan bagian integral dari tugas kemanusiaan Polri.

“Pelayanan kepada masyarakat, termasuk penanganan bencana alam skala kecil seperti pohon tumbang, adalah bagian dari tugas kemanusiaan Polri,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran polisi harus dapat dirasakan oleh masyarakat dalam berbagai situasi, tidak hanya saat menangani tindak kriminal tetapi juga saat masyarakat membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat.

Sinergi Kecepatan dan Peralatan

Kompol Ali Mahmudi menambahkan, sinergi antara kecepatan bertindak dan kesiapan peralatan sangat menentukan keberhasilan tugas di lapangan. Oleh karena itu, Sat Samapta Polresta Pati selalu memastikan peralatan pendukung dalam kondisi siap pakai.

“Kami pastikan peralatan pendukung seperti chainsaw, lampu penerangan, alat pengaman diri, dan peralatan lainnya selalu siap digunakan agar setiap kejadian darurat dapat segera ditangani tanpa menunggu lama,” jelasnya.

Kesiapan peralatan ini terbukti sangat membantu mempercepat proses evakuasi pohon tumbang yang terjadi pada malam hari dengan kondisi minim pencahayaan.

Jalan Kembali Normal

Setelah proses pemotongan selesai dilakukan, Jalan RA Sumirah di Kecamatan Tlogowungu kembali dapat dilalui kendaraan secara normal. Potongan-potongan pohon yang sudah dipotong kecil dipindahkan ke pinggir jalan agar tidak mengganggu lalu lintas.

Kompol Ali Mahmudi memastikan bahwa selama kegiatan evakuasi berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif. Tidak ada insiden kecelakaan atau gangguan lain yang terjadi selama proses evakuasi.

“Alhamdulillah, tidak ada korban maupun gangguan lanjutan selama proses evakuasi. Jalan sudah dapat dilalui dengan normal dan lancar,” ucapnya.

Imbauan untuk Masyarakat

Di akhir keterangannya, Kompol Ali Mahmudi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang atau bencana alam lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat cuaca ekstrem, dan segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi nomor darurat jika terjadi situasi yang membahayakan keselamatan,” pungkasnya.

Imbauan ini penting mengingat musim hujan masih berlangsung dan potensi pohon tumbang masih cukup tinggi, terutama untuk pohon-pohon tua yang memiliki struktur akar lemah atau sudah lapuk.

Kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan pelayan masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk situasi darurat akibat bencana alam.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami