SUMARORONG, GEMADIKA.com – Suasana sejuk pagi di Kecamatan Sumarorong, Kamis (12/2/2026), dipenuhi semangat ratusan siswa SMK Negeri 1 Sumarorong. Kali ini, kegiatan belajar tidak dilakukan di dalam kelas, melainkan di alam terbuka, tepatnya di kawasan Wisata Permandian Desa Tadisi.
Objek wisata yang menjadi aset kebanggaan Desa Tadisi tersebut dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Kemah Bakti, salah satu agenda besar sekolah dalam penguatan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.
Kolaborasi Pendidikan dan Potensi Desa

Kemah Bakti ini bukan sekadar kegiatan berkemah. Pihak sekolah menilai Wisata Permandian Desa Tadisi memiliki nilai strategis untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik di lapangan. Selain panorama alam yang asri, fasilitas yang telah dibangun pemerintah desa dinilai memadai untuk menampung kegiatan berskala besar.
“Kami memilih tempat ini karena lokasinya sangat memungkinkan untuk simulasi kegiatan Pramuka, namun tetap nyaman bagi siswa. Ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap aset desa sendiri,” ujar salah satu perwakilan panitia pelaksana.
Pemilihan lokasi ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi wisata desa sekaligus memperkenalkan aset lokal kepada generasi muda.
Daya Tarik Wisata Tadisi
Sejak diresmikan, Permandian Desa Tadisi terus mengalami pembenahan dan penataan. Lokasi ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
Fasilitas yang mendukung kegiatan luar ruangan (outdoor), termasuk aktivitas kepramukaan dan pelatihan karakter.
Ramah keluarga, sehingga cocok sebagai destinasi rekreasi masyarakat Sumarorong dan sekitarnya.
Lingkungan yang masih asri dan terjaga, memberikan suasana nyaman untuk kegiatan pendidikan dan sosial.
Keunggulan tersebut menjadikan Wisata Tadisi tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga ruang edukatif bagi pelajar.
Penguatan Karakter Melalui Alam
Melalui Kemah Bakti ini, SMK Negeri 1 Sumarorong berupaya menanamkan nilai disiplin, kemandirian, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diajak belajar langsung di alam terbuka, sekaligus memahami pentingnya menjaga dan merawat aset publik secara berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan popularitas Wisata Permandian Desa Tadisi, sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah desa mampu menciptakan dampak positif, baik bagi penguatan karakter siswa maupun pengembangan ekonomi kreatif lokal.
Penulis : Antyka
Editor : Rn




