MALANG, GEMADIKA.com – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak di pedesaan terus dilakukan mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) melalui program Kandidat Sarjana Mengabdi-Nusantara Kelompok 55 (KSM-N 55).
Melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa KSM-N 55 UNISMA mendirikan Rumah Belajar Gratis di Dusun Gudang, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, yang mulai berjalan pada Senin (07/02/2026).
Program ini dilatarbelakangi keterbatasan akses bimbingan belajar tambahan bagi anak-anak desa, terutama siswa sekolah dasar dan menengah pertama. Rumah Belajar tersebut hadir sebagai ruang alternatif yang nyaman, edukatif, dan tanpa biaya untuk membantu anak memahami pelajaran sekolah, mengerjakan tugas, serta meningkatkan motivasi belajar.
Inisiatif Spontan dari Antusiasme Anak-Anak
Kegiatan tidak diawali seremoni peresmian, melainkan langsung dilaksanakan pada sore hari setelah mahasiswa KSM-N 55 UNISMA mengadakan edukasi manfaat susu sapi di Dusun Gudang. Melihat antusiasme anak-anak, mahasiswa memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak mereka mengikuti sesi belajar bersama secara gratis.
Sekretaris KSM-N 55 UNISMA, Fuada Suudiyah, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul secara spontan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak desa.
“Melihat antusiasme anak-anak saat kegiatan siang tadi, kami berinisiatif langsung membuka sesi belajar sore ini. Harapannya, Rumah Belajar ini bisa menjadi wadah berkelanjutan untuk mendampingi mereka,” ujarnya.
Suasana belajar berlangsung sederhana namun penuh semangat. Anak-anak duduk bersama membuka buku pelajaran dan didampingi mahasiswa dalam memahami materi serta menyelesaikan tugas sekolah.
Fokus Literasi dan Numerasi
Rumah Belajar ini dilaksanakan secara rutin setiap sore dengan sistem pendampingan langsung oleh mahasiswa KSM. Materi yang diberikan meliputi bimbingan membaca, berhitung, pendampingan pekerjaan rumah (PR), serta penguatan literasi dan numerasi. Suasana dibuat santai namun tetap kondusif agar anak-anak merasa nyaman dan tidak tertekan.
Salah satu orang tua siswa, Sulastri, mengungkapkan rasa syukurnya atas program tersebut.
“Kami sangat terbantu. Anak-anak sekarang punya tempat belajar yang baik dan ada yang membimbing. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar untuk masa depan mereka,” tuturnya.
Antusiasme juga terlihat dari peserta didik. Rina, siswi kelas 3, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Kalau di sini belajarnya seru, kakak-kakaknya sabar menjelaskan. Saya jadi lebih paham pelajaran matematika,” katanya dengan wajah ceria.
Selain pendampingan akademik, mahasiswa juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Anak-anak diajak berani bertanya, berdiskusi, serta saling membantu teman yang mengalami kesulitan belajar.
Mahasiswa KSM lainnya, Nia Lutfatun Nisak, menyampaikan bahwa program ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Program Rumah Belajar ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan dan menginspirasi pihak lain untuk turut peduli terhadap pendidikan anak desa,” ungkapnya.
Melalui pendirian Rumah Belajar Gratis ini, KSM-N 55 UNISMA tidak hanya membangun ruang belajar, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi anak-anak Dusun Gudang agar lebih percaya diri dalam meraih cita-cita mereka.(Dilansir dari Times Indonesia)




