MAMUJU, GEMADIKA.com – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka langsung tancap gas usai libur Lebaran. Bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, ia memimpin rapat koordinasi bersama seluruh Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Ruang Oval Kantor Gubernur, Rabu (25/3/2026).

Sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut, dengan penekanan pada perlunya semangat kerja keras yang dibangun kembali di seluruh lini pemerintahan.

“Yang pertama kita kembali mengangkat semangat untuk kerja keras, termasuk dalam memastikan layanan dasar seperti kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Suhardi Duka.

Waspada Dampak Isu Global terhadap Layanan Daerah

Gubernur juga mengingatkan bahwa dinamika isu nasional dan global, seperti potensi penurunan pendapatan negara dan inflasi, harus diantisipasi karena dapat berdampak langsung pada kemampuan daerah dalam membiayai dan menjaga kualitas layanan kesehatan.

Baca juga :  UPTD Samsat Polman Bapenda Sulbar Jadi Garda Terdepan Penguatan PAD, DPRD Sulbar Tinjau Langsung Kinerja PKB dan BBNKB 2025–2026

“Isu-isu nasional dan global harus kita cermati bersama, karena akan berpengaruh terhadap kemampuan daerah dalam menjaga kualitas layanan kesehatan,” jelasnya.

DKPPKB Siap Akselerasi Program Prioritas

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyatakan kesiapannya memperkuat berbagai program prioritas. Mulai dari peningkatan layanan kesehatan dasar, penanganan penyakit menular, hingga upaya promotif dan preventif di masyarakat.

Arah kebijakan Gubernur dinilai menjadi dorongan kuat untuk mempercepat pencapaian indikator kesehatan, termasuk penanganan stunting, dukungan program Makan Bergizi Gratis, Jaminan Kesehatan, Cek Kesehatan Gratis, serta penanganan Tuberkulosis (TBC) yang kini menjadi perhatian nasional.

Baca juga :  Sekda Sulbar Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Siap Digunakan Tahun Ajaran Baru

“Kami siap mengoptimalkan layanan kesehatan, memperkuat deteksi dini penyakit, serta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang berkualitas dan merata,” ujar dr. Nursyamsi.

Penguatan SDM dan Regulasi PAD

Rapat juga membahas penguatan sumber daya manusia kesehatan, termasuk tenaga PPPK dan pejabat struktural, guna memastikan tata kelola pelayanan berjalan optimal.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendorong penyusunan peraturan daerah (perda) untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fondasi pembiayaan sektor kesehatan secara berkelanjutan.

Melalui sinergi lintas OPD, Pemprov Sulawesi Barat menargetkan peningkatan kualitas layanan kesehatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sesuai visi pembangunan daerah. (Antyka)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami