JAKARTA, GEMADIKA.com – Banyak orang tua merasa kesulitan ketika anak menolak makan sayur. Namun, para peneliti menegaskan bahwa memaksa anak mengonsumsi sayuran justru bukan cara yang tepat. Sebaliknya, kebiasaan makan sehat dapat dibentuk melalui pengalaman yang menyenangkan dan dilakukan secara konsisten sejak usia dini.
Berdasarkan laporan KOMPAS.com yang mengutip BBC, kebiasaan makan anak dipengaruhi oleh pengalaman sehari-hari. Meski anak secara alami lebih menyukai rasa manis karena terbiasa dengan kandungan gula alami dalam ASI, mereka tetap bisa belajar menyukai sayuran jika dikenalkan dengan cara yang tepat.
Konsumsi buah dan sayur diketahui sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, konsentrasi, serta perkembangan anak secara menyeluruh.
Profesor Biopsikologi dari University of Leeds, Marion Hetherington, mengatakan anak perlu diperkenalkan dengan sayuran secara berulang sebelum akhirnya mau menerimanya.
“Jika orangtua tidak mulai meningkatkan paparan sayuran sebelum usia lima tahun, itu akan menjadi jauh lebih sulit,” ujarnya, dikutip dari BBC melalui KOMPAS.com.
Penelitian menunjukkan sebagian anak membutuhkan lima hingga 15 kali paparan terhadap jenis sayuran yang sama sebelum bersedia mencobanya.
Selain itu, menyajikan sayuran sebelum makanan utama juga dinilai lebih efektif. Saat anak masih lapar, peluang mereka untuk mengonsumsi sayuran menjadi lebih besar dibandingkan setelah kenyang.
Berikut enam cara yang direkomendasikan peneliti agar anak lebih menyukai sayuran:
- Kenalkan sayuran secara berulang
Jangan menyerah jika anak menolak pada percobaan pertama. Berikan sayuran yang sama beberapa kali dalam kesempatan berbeda hingga anak terbiasa. - Sajikan sayuran sebelum makanan utama
Memberikan sayuran saat anak masih lapar terbukti meningkatkan kemungkinan sayuran dimakan. - Tambahkan lebih banyak sayuran dalam menu
Orang tua dapat memperbanyak porsi sayuran atau mencampurkannya ke dalam makanan, seperti saus, sup, atau olahan lainnya. - Buat tampilan sayuran lebih menarik
Potong sayuran menjadi bentuk lucu seperti bunga, kupu-kupu, atau karakter favorit agar anak lebih tertarik mencobanya. - Biasakan makan bersama keluarga
Anak cenderung meniru kebiasaan orang tuanya. Jika orang tua rutin makan sayur, anak juga lebih mudah mengikuti pola makan sehat tersebut. - Jadikan waktu makan sebagai aktivitas yang menyenangkan
Hindari memaksa anak makan sayur. Ajak mereka mengenal makanan melalui kegiatan memasak, menyentuh, mencium aroma, atau bermain dengan bahan makanan agar lebih akrab dengan berbagai jenis sayuran.
Koki eksperimental Jozef Youssef yang terlibat dalam penelitian tersebut menilai pengalaman makan tanpa tekanan akan membuat anak lebih terbuka terhadap makanan baru.
“Kuncinya adalah mengubah cara anak mengalami makanan. Dalam suasana santai dan tanpa tekanan, anak-anak jauh lebih bersedia bermain, mencicipi, dan bereksperimen dengan berbagai jenis makanan,” katanya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa membangun kebiasaan makan sayur tidak harus dilakukan dengan paksaan. Paparan yang konsisten, teladan dari orang tua, serta suasana makan yang menyenangkan menjadi kunci agar anak terbiasa mengonsumsi sayuran sejak dini.
Sumber: Diolah dari KOMPAS.com yang mengutip BBC.


