JAKARTA, GEMADIKA.com – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa imunisasi merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang paling efisien untuk mencegah penyakit serius di masa depan.

Menurutnya, imunisasi tidak hanya sekadar prosedur medis, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun generasi yang sehat dan tangguh. Bahkan, perkembangan vaksin saat ini tidak hanya berfokus pada penyakit menular, tetapi juga berkontribusi dalam pencegahan penyakit tidak menular.

Infodemi Jadi Tantangan Utama

Dalam kegiatan Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026), Dante menyoroti fenomena infodemi atau banjir informasi yang tidak akurat sebagai tantangan besar dalam program imunisasi.

“Di tengah masyarakat, adanya infodemi dan disrupsi informasi yang masif membuat pemahaman tentang imunisasi menjadi keliru. Peran jurnalis sangat penting untuk menyampaikan informasi yang benar,” ujarnya.

Ia berharap media dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih aktif mendatangi sentra vaksinasi yang kini telah tersedia hingga tingkat paling dekat.

Lebih dari Dua Juta Anak Belum Imunisasi Lengkap

Meski akses layanan kesehatan semakin mudah dijangkau, pemerintah mencatat masih ada lebih dari dua juta anak di Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kasus penyakit yang sebenarnya bisa dicegah, seperti campak. Dante menegaskan bahwa kendala utama saat ini bukan lagi akses, melainkan persepsi dan stigma di masyarakat.

“Vaksinnya ada, tenaga medis siap, fasilitas sudah dekat hingga Posyandu. Tidak ada lagi hambatan akses. Tantangannya ada pada kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Vaksin Modern dan Pencegahan Kanker

Sebagai contoh perkembangan imunisasi modern, Dante menyebut vaksin HPV yang kini digunakan sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada perempuan.

Langkah ini menunjukkan bahwa imunisasi telah berkembang menjadi instrumen penting dalam pencegahan penyakit jangka panjang, bukan hanya penyakit infeksi.

Jaminan Keamanan Vaksin

Menanggapi kekhawatiran masyarakat, pemerintah memastikan seluruh vaksin yang digunakan telah melalui uji klinis ketat, mencakup aspek keamanan, efektivitas, dan efikasi.

Dengan standar tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi ragu untuk memberikan imunisasi kepada anak.

Harapan ke Depan

Melalui momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat dengan informasi yang akurat dan berbasis sains.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan imunisasi nasional, sekaligus melahirkan generasi yang lebih sehat, kuat, dan terlindungi dari berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami