GRANADA, GEMADIKA.com — Membayangkan hidup tanpa sinar matahari, tanpa internet, tanpa komunikasi dengan siapa pun, bahkan tanpa mengetahui apakah saat itu siang atau malam, mungkin terasa mustahil bagi kebanyakan orang. Namun kondisi ekstrem tersebut benar-benar dijalani oleh seorang atlet dan penjelajah asal Spanyol, Beatriz Flamini.

Flamini menjalani eksperimen ilmiah bernama Timecave dengan tinggal sendirian di dalam goa sedalam sekitar 70 meter di wilayah Granada, Spanyol. Ia memasuki goa pada 20 November 2021 dan baru kembali ke permukaan pada 14 April 2023.

Selama hampir 500 hari, Flamini hidup dalam isolasi total tanpa kontak langsung dengan dunia luar. Tidak ada telepon genggam, internet, televisi, jam, maupun informasi mengenai waktu dan pergantian musim.

Kebutuhan dasar seperti makanan dan air tetap dipasok secara berkala oleh tim pendukung, namun tanpa interaksi langsung agar kondisi eksperimen tetap terjaga.

Baca juga :  Trump Ancam Oman soal Selat Hormuz, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

Di tengah kesunyian gua yang gelap, Flamini mengisi hari-harinya dengan membaca buku, menggambar, merajut, menulis catatan, hingga berolahraga ringan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Hal paling mengejutkan justru terjadi saat eksperimen berakhir. Ketika keluar dari gua dan ditanya berapa lama dirinya berada di dalam, Flamini mengaku mengira baru sekitar 160 hingga 170 hari berlalu.

Padahal kenyataannya, ia telah menghabiskan hampir 500 hari dalam isolasi.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa otak manusia sangat bergantung pada berbagai penanda alami seperti cahaya matahari, rutinitas harian, suara lingkungan, serta interaksi sosial untuk memahami dan mengukur waktu.

Ketika seluruh penanda tersebut hilang, persepsi seseorang terhadap waktu dapat berubah secara drastis.

Baca juga :  Menteri Perang AS dan Petinggi Pentagon Kunjungi Singapura, Pengamat Soroti Dampaknya bagi Kawasan Indo-Pasifik

Setelah kembali ke dunia luar, Flamini dilaporkan mengalami kesulitan beradaptasi dengan cahaya terang dan suara bising. Ia juga merasakan gangguan keseimbangan akibat terlalu lama hidup dalam lingkungan yang gelap dan hening.

Meski terdengar ekstrem, eksperimen ini dinilai memiliki nilai ilmiah yang tinggi. Para peneliti berharap hasil studi tersebut dapat membantu memahami dampak isolasi jangka panjang terhadap manusia, termasuk sebagai persiapan untuk misi luar angkasa masa depan seperti perjalanan menuju Planet Mars.

Kisah Beatriz Flamini menjadi bukti bahwa kemampuan adaptasi manusia memiliki batas yang jauh lebih luas daripada yang selama ini dibayangkan.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami