JAKARTA, GEMADIKA.com – Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan sikapnya terkait isu Palestina di tengah dorongan Amerika Serikat agar negara-negara Muslim menormalisasi hubungan dengan Israel.
Melalui sumber resmi pemerintah yang dikutip media Al Arabiya English, Arab Saudi menegaskan bahwa posisinya terhadap Palestina tetap tidak berubah dan mendukung terbentuknya negara Palestina yang merdeka.
“Harus ada jalan yang tak bisa dihentikan menuju negara Palestina,” demikian pernyataan sumber pemerintah Saudi, Selasa (26/5/2026).
Pernyataan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak negara-negara mayoritas Muslim di Timur Tengah untuk ikut menandatangani Perjanjian Abraham sebagai bagian dari upaya perdamaian kawasan.
Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menyebut negara-negara yang telah diajak berdiskusi terkait penghentian konflik dengan Iran sekaligus mendorong normalisasi hubungan dengan Israel.
“Setelah semua pekerjaan yang dilakukan oleh Amerika Serikat untuk mencoba dan menyatukan teka-teki yang sangat kompleks ini, seharusnya wajib bagi semua negara ini, setidaknya secara bersamaan, untuk menandatangani Perjanjian Abraham,” tulis Trump.
Perjanjian Abraham sendiri merupakan kesepakatan diplomatik yang dimediasi Amerika Serikat pada tahun 2020 untuk menormalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab.
Meski demikian, Arab Saudi selama ini konsisten menyatakan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel tidak akan dilakukan tanpa adanya solusi nyata bagi rakyat Palestina dan pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Sikap tersebut kembali menegaskan posisi Arab Saudi sebagai salah satu negara yang terus mendukung perjuangan Palestina di tengah dinamika politik dan konflik Timur Tengah yang terus memanas.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan