TEL AVIV, GEMADIKA.com –
Seorang pejabat tinggi penerbangan sipil Israel melontarkan peringatan serius terkait meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di Bandara Internasional Bandara Ben Gurion. Kondisi ini dinilai telah mengganggu operasional penerbangan sipil dan berdampak luas pada sektor transportasi udara.
Kepala otoritas penerbangan sipil Israel, Shmuel Zakay, menyebut bandara utama tersebut kini secara efektif telah berubah menjadi pangkalan militer.
Aktivitas Militer Ganggu Penerbangan Sipil
Dalam laporannya kepada Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, dan Direktur Jenderal Kementerian Transportasi, Moshe Ben Zaken, Zakay menyoroti dampak serius dari kehadiran pesawat militer AS di bandara tersebut.
“Mengubah Bandara Internasional Ben Gurion menjadi pangkalan militer merugikan kembalinya maskapai-maskapai penerbangan asing dan mengancam stabilitas keuangan maskapai-maskapai penerbangan Israel,” kata Zakay.
Sejumlah laporan media lokal menyebutkan puluhan pesawat militer AS, termasuk pesawat pengisian bahan bakar, telah ditempatkan di bandara itu dalam beberapa pekan terakhir sebagai bagian dari dukungan militer Washington kepada Tel Aviv.
Dampak ke Harga Tiket dan Maskapai
Zakay menegaskan bahwa situasi ini turut memicu kenaikan harga tiket pesawat, terutama menjelang musim liburan musim panas. Selain itu, banyak maskapai asing yang menunda kembali beroperasi di Israel akibat kondisi yang tidak stabil.
Ketegangan regional yang meningkat sejak konflik antara Israel dan AS melawan Iran pada akhir Februari lalu juga memperburuk kondisi lalu lintas udara. Sejumlah maskapai bahkan terpaksa memindahkan armadanya ke luar negeri demi alasan keamanan.
Peringatan Ancaman bagi Maskapai
Zakay menilai pihak militer belum sepenuhnya memahami dampak luas dari kebijakan tersebut terhadap sektor sipil, termasuk kerugian ekonomi dan tekanan terhadap maskapai kecil.
“Bandara Ben Gurion telah menjadi pangkalan militer dengan aktivitas sipil yang terbatas,” ujar Zakay memperingatkan otoritas Israel.
Ia juga menyebut kondisi ini sebagai “ancaman nyata” bagi maskapai penerbangan, terutama karena meningkatnya biaya operasional dan bahan bakar di tengah lonjakan permintaan perjalanan.
Desakan Relokasi Pesawat Militer
Sebagai solusi, Zakay mendesak agar pesawat militer AS dipindahkan ke pangkalan militer khusus, bukan ditempatkan di bandara sipil.
Menurutnya, situasi saat ini tidak hanya merugikan industri penerbangan, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat luas.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut perlu segera dievaluasi demi menjaga keseimbangan antara kepentingan militer dan kebutuhan sipil.




