JAKARTA, GEMADIKA.com – Sebanyak 15 aktivis kemanusiaan peserta Global Sumud Flotilla mengaku mengalami pelecehan seksual saat ditahan aparat Israel usai misi pengiriman bantuan menuju Gaza. Pengakuan tersebut memicu sorotan internasional dan kini tengah menjadi perhatian penyelidikan hukum di Italia.
Informasi itu disampaikan penyelenggara Global Sumud Flotilla setelah sejumlah aktivis dibebaskan dari penahanan. Beberapa di antaranya bahkan harus menjalani perawatan medis akibat luka fisik maupun trauma psikologis.
Dilansir dari Aljazeera dan detikNews, penyelenggara menyebut terdapat dugaan kekerasan serius selama masa penahanan, termasuk tindakan pelecehan seksual dan pemerkosaan.
“Setidaknya 15 kasus serangan seksual, termasuk pemerkosaan. Ditembak dengan peluru karet dari jarak dekat. Puluhan tulang orang patah,” tulis penyelenggara Global Sumud Flotilla melalui kanal Telegram resminya.
Mereka juga menuding aparat Israel melakukan tindakan kekerasan saat mencegat rombongan kapal bantuan di perairan internasional beberapa hari lalu. Sedikitnya 430 orang dari sekitar 50 kapal dilaporkan sempat ditahan dalam operasi tersebut.
“Sementara mata dunia tertuju pada penderitaan para peserta kami, kami tidak dapat cukup menekankan bahwa ini hanyalah sekilas dari kebrutalan yang dilakukan Israel setiap hari terhadap sandera Palestina,” lanjut pernyataan tersebut.
Salah satu aktivis asal Italia, Luca Poggi, turut mengungkap pengalaman yang dialaminya selama ditahan. Kepada kantor berita Reuters, ia mengaku para aktivis diperlakukan secara kasar.
“Kami dilucuti pakaian, dilempar ke tanah, ditendang. Banyak dari kami disetrum dengan alat kejut listrik, beberapa mengalami pelecehan seksual, dan beberapa ditolak aksesnya ke pengacara,” ujar Luca Poggi.
Seiring munculnya laporan tersebut, jaksa Italia dikabarkan mulai melakukan penyelidikan awal terkait dugaan pelanggaran HAM berat, termasuk penculikan, penyiksaan, hingga pelecehan seksual terhadap para aktivis.
Kasus ini menambah panjang sorotan internasional terhadap konflik kemanusiaan di Gaza dan penanganan aparat keamanan Israel terhadap misi bantuan sipil internasional.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan pelecehan seksual dan kekerasan yang disampaikan para aktivis Flotilla Gaza.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan