BANJARMASIN, GEMADIKA.com — Geopark Meratus terus dipersiapkan sebagai destinasi wisata unggulan yang merepresentasikan kekayaan alam dan budaya Pulau Kalimantan. Melalui konsep besar bertajuk “Soul of Borneo”, kawasan ini diharapkan menjadi wajah autentik Kalimantan di mata wisatawan nasional maupun mancanegara.
Konsep tersebut tidak sekadar menjadi slogan promosi, melainkan mencerminkan identitas asli Kalimantan yang kaya akan keanekaragaman hayati, tradisi masyarakat adat, serta kehidupan lokal yang masih erat dengan alam.
Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) Kalimantan Selatan menyebut, penguatan konsep ini menjadi fokus utama dalam pengembangan kawasan wisata pada tahun 2026.
Untuk memberikan pengalaman yang lebih terarah bagi wisatawan, kawasan Geopark Meratus dibagi ke dalam empat jalur perjalanan utama, yakni rute Utara, Timur, Selatan, dan Barat. Setiap rute dirancang menghadirkan pengalaman berbeda, mulai dari eksplorasi bentang alam hingga interaksi budaya dengan masyarakat lokal.
Keindahan Pegunungan Meratus yang dikenal sebagai salah satu paru-paru hijau Kalimantan menjadi daya tarik utama. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati kekayaan budaya melalui tradisi masyarakat setempat yang masih terjaga secara turun-temurun.
Saat ini, tercatat sebanyak 54 geosite tersebar di kawasan Geopark Meratus. Setiap lokasi memiliki keunikan tersendiri, baik dari sisi geologi, panorama alam, situs budaya, maupun potensi ekowisata berbasis masyarakat.
Menariknya, pengelolaan geopark ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), komunitas lokal, hingga pegiat lingkungan. Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pengembangan tersebut, peluang ekonomi baru pun terbuka luas bagi warga sekitar, mulai dari penyediaan homestay, kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga jasa pemandu wisata.
Selain pengembangan geosite, BPGM juga mendorong berbagai program lintas sektor untuk memperkuat daya tarik kawasan. Salah satunya melalui program Global Green Culture yang menekankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan budaya.
Di sisi lain, sektor gastronomi juga menjadi perhatian penting dengan memperkenalkan beragam kuliner khas Kalimantan Selatan kepada wisatawan sebagai bagian dari pengalaman wisata yang menyeluruh.
Dengan konsep terpadu tersebut, Geopark Meratus diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga pusat pelestarian alam dan budaya yang berkelanjutan di Pulau Kalimantan.
Dilansir dari Wisataviva





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan