JAKARTA, GEMADIKA.com — Republik Indonesia kembali mencatat langkah besar dalam modernisasi pertahanan nasional setelah resmi menandatangani kesepakatan pembelian pesawat tempur nirawak siluman Bayraktar KIZILELMA buatan Turki.

Kesepakatan strategis bernilai 2,7 miliar dolar AS tersebut diteken dalam ajang SAHA Expo International Defense and Aerospace Exhibition di Istanbul, Turki. Dengan perjanjian itu, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang membeli drone tempur generasi terbaru tersebut dari produsen pertahanan Baykar.

Kerja sama dilakukan melalui perusahaan kedirgantaraan nasional PT Republik Aero Dirgantara (Republikorp) bersama Baykar sebagai produsen utama. Dalam tahap awal, TNI Angkatan Udara dijadwalkan menerima 12 unit KIZILELMA pada tahun 2028 untuk membentuk satu skadron operasional penuh.

Kontrak tersebut juga memuat opsi penambahan hingga 48 unit lanjutan guna memperkuat kemampuan udara nasional di berbagai wilayah strategis Indonesia.

KIZILELMA dikenal sebagai drone tempur siluman berbasis kecerdasan buatan dengan desain stealth serta kompartemen senjata internal yang membuatnya sulit terdeteksi radar lawan. Drone ini dirancang mampu menjalankan misi tempur berisiko tinggi tanpa melibatkan pilot secara langsung.

Selain itu, KIZILELMA juga dikembangkan untuk mendukung doktrin Loyal Wingman, yakni mendampingi jet tempur berawak seperti Dassault Rafale dan F-16 Viper milik TNI AU dalam operasi udara modern.

Dengan kemampuan membawa persenjataan hingga 1.500 kilogram dan terbang di ketinggian 45.000 kaki, armada drone tempur tersebut diyakini akan memperkuat daya gentar Indonesia di kawasan Indo-Pasifik sekaligus meningkatkan kesiapan pertahanan nasional menghadapi ancaman modern.

Langkah ini dinilai menjadi tonggak penting bagi transformasi sistem pertahanan Indonesia menuju era peperangan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami