BANGKALAN, GEMADIKA.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur menggelar Festival Seni Tradisi Bangkalan 2026 sebagai upaya melestarikan warisan budaya bangsa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah dalam menjaga eksistensi budaya tradisional di tengah perkembangan zaman.

Pergelaran seni tradisi yang digelar bersama DPRD Provinsi Jawa Timur itu dihadiri unsur pemerintah, legislator, dan masyarakat sekitar kota Bangkalan. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jatim, Sadari, mengatakan pergelaran seni tradisi merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dalam melestarikan budaya.

“Kegiatan pada malam hari ini merupakan kerja sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur yang ke 28. Ini merupakan langkah upaya kita bersama dalam mendorong kemajuan kebudayaan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” ungkapnya. Jum’at, (24/07/26) di depan Pendopo Agung Bangkalan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Moch Azis, di dampingi Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jatim, Sadari, saat di temui awak media.

Sadari menjelaskan beragam kesenian khas Bangkalan ditampilkan mulai dari Tari Gelang Sokoh, Tari Thandang Bangkalanan, Tari Lampa’ Lalapan, hingga penampilan teater Soto Madhura, sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Moch Azis mengajak masyarakat menjadikan festival tersebut sebagai media pembelajaran budaya. Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam pagelaran dapat diwariskan kepada generasi penerus.

“Dengan adanya festival seni dan budaya lokal ini. Secara otomatis mengajarkan kepada generasi penerus agar tetap melestarikan tradisi yang telah diwariskan leluhur kita di tengah arus globalisasi,” tuturnya.

Perlu diketahui biasanya pementasan seperti ini di gelar oleh Disbudpar saat acara Tera’ Bulan di beberapa Kecamatan yang ada di Bangkalan.

“Memang Festival ini merupakan yang pertama, saya ingin lihat bagaimana animo masyarakat di kota Bangkalan yang kebanyakan warganya dari perantauan, dapat melihat secara langsung pagelaran teater Soto Madhura, yang biasanya di tampilkan di desa atau kecamatan,” tutupnya. (nardi)

Untuk Informasi dan Kerja Sama, Klik Banner atau Hubungi Kami

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami