JAKARTA, GEMADIKA.com — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah jet tempur AS dilaporkan menyerang kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di kawasan Selat Hormuz, Senin waktu setempat.

Media Iran melaporkan ledakan keras terdengar di sekitar pelabuhan Bandar Abbas, wilayah strategis yang menjadi basis utama angkatan laut Iran. Insiden itu terjadi saat delegasi Amerika Serikat dan Iran tengah melanjutkan pembicaraan terkait proposal perdamaian di Qatar.

Menurut laporan SNN yang dikutip media internasional RT, serangan terjadi di sekitar selatan Pulau Larak, kawasan sempit Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik ketegangan militer kedua negara.

Dalam laporan tersebut disebutkan sedikitnya tiga pelaut Iran dilaporkan tewas akibat serangan itu. Selain itu, beberapa ledakan lain juga terdengar di wilayah Bandar Abbas yang memicu kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Hingga kini Pentagon belum memberikan konfirmasi resmi terkait laporan serangan tersebut. Namun sebelumnya militer AS sempat memperingatkan akan melakukan intervensi jika Iran menyerang kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Situasi ini menambah ketegangan geopolitik global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia. Konflik terbuka di kawasan tersebut dikhawatirkan dapat berdampak terhadap stabilitas ekonomi dan energi internasional.

Pengamat menilai insiden ini berpotensi mengganggu proses diplomasi yang tengah berlangsung di Qatar antara Washington dan Teheran.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami