JAKARTA, GEMADIKA.com — Siapa sangka? Di balik stereotip bahwa masyarakat perkotaan di Pulau Jawa lebih melek literasi, data terbaru justru membuktikan sebaliknya. Provinsi yang masyarakatnya paling gemar membaca di Indonesia ternyata berada di kawasan timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Fakta mengejutkan ini terungkap dari hasil Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Masyarakat yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional pada 2025, sebagaimana ditampilkan di laman Badan Pusat Statistik (BPS) dengan pembaruan terakhir pada Februari 2026.
Apa itu Tingkat Kegemaran Membaca?
TGM didefinisikan sebagai tingkat perilaku atau kebiasaan masyarakat dalam memperoleh pengetahuan dan informasi dari berbagai bentuk media. Penilaian dilakukan dengan metode survei menggunakan pengukuran dimensi utama, dengan skor dibagi dalam lima kategori:
| Skor | Kategori |
|---|---|
| 0 – 20 | Sangat Rendah |
| 20,01 – 40 | Rendah |
| 40,01 – 60 | Sedang |
| 60,01 – 80 | Tinggi |
| 80,01 – 100 | Sangat Tinggi |
Rata-rata nasional Indonesia saat ini mencapai 54,80% — masuk dalam kategori sedang.
10 Provinsi Paling Gemar Membaca di Indonesia
Berikut daftar 10 provinsi dengan skor TGM tertinggi secara nasional:
| Peringkat | Provinsi | Skor TGM |
|---|---|---|
| 1 | Nusa Tenggara Timur (NTT) | 62,05% |
| 2 | Nusa Tenggara Barat (NTB) | 61,19% |
| 3 | Sumatera Selatan | 60,86% |
| 4 | Maluku Utara | 60,66% |
| 5 | Kalimantan Barat | 59,85% |
| 6 | Sulawesi Selatan | 59,84% |
| 7 | Sulawesi Tengah | 59,51% |
| 8 | Sumatera Barat | 59,42% |
| 9 | Sumatera Utara | 59,36% |
| 10 | Kepulauan Riau | 59,33% |
NTT memimpin dengan skor 62,05% — melampaui rata-rata nasional dan masuk dalam kategori tinggi. Menyusul NTB di posisi kedua dan Sumatera Selatan di posisi ketiga.
Bagaimana Posisi Jawa?
Meski selama ini identik dengan pusat pendidikan dan informasi, provinsi-provinsi di Pulau Jawa justru tidak masuk 10 besar nasional. Tiga provinsi Jawa dengan skor TGM tertinggi adalah:
| Provinsi | Skor TGM |
|---|---|
| Jawa Barat | 59,19% |
| Jawa Timur | 58,86% |
| Jakarta | 57,23% |
Data ini menjadi tamparan sekaligus pengingat bahwa budaya membaca tidak selalu berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi atau akses infrastruktur. Justru masyarakat di daerah yang sering dianggap “pinggiran” membuktikan semangat literasi yang lebih tinggi.
Semoga data ini menjadi motivasi bagi seluruh daerah, terutama yang masih berada di bawah rata-rata nasional. untuk terus mendorong budaya gemar membaca demi kemajuan bangsa.



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan