JEMBER, GEMADIKA.com – Aksi seorang anggota DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi, menjadi sorotan publik setelah video dirinya bermain game saat rapat resmi viral di media sosial.
Peristiwa tersebut menuai kritik luas, terutama karena rapat yang berlangsung membahas isu penting terkait kesehatan masyarakat, seperti stunting, campak, angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), hingga Universal Health Coverage (UHC).
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, menyampaikan bahwa Syahri memiliki alasan tersendiri atas tindakannya.
“Rapatnya mulai jam 10.00 sampai jam 14.00 WIB. Terus jam 13.00 saya lupa belum memberi makan sapi saya,” kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember Hanan Kukuh Ratmono menirukan pengakuan Syahri, pada Senin (18/5/2026).
Menurut Hanan, pengakuan tersebut disampaikan sebelum video tersebut viral dan mendapat perhatian publik. Meski demikian, pihak fraksi tetap menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena dilakukan dalam forum resmi.
Ia menegaskan bahwa disiplin dan etika dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat harus tetap dijaga, terlebih dalam rapat yang membahas kepentingan masyarakat luas.
Sebelumnya, Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra telah menjatuhkan sanksi berupa teguran keras terakhir kepada Syahri atas tindakan tersebut.
Kasus ini pun menjadi pengingat pentingnya profesionalitas dan tanggung jawab pejabat publik dalam menjalankan tugas, khususnya dalam forum resmi yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan