AMBON, GEMADIKA.com – Sebanyak 12 pelajar terbaik dari enam kabupaten dan kota di Provinsi Maluku mengikuti seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026. Seleksi berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Maluku, kawasan Poka, Kota Ambon, Rabu (3/6/2026).
Para peserta yang terdiri dari enam putra dan enam putri tersebut merupakan hasil seleksi berjenjang dari daerah masing-masing. Mereka akan bersaing untuk menjadi wakil Provinsi Maluku pada seleksi Paskibraka tingkat nasional.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maluku, Daniel Eduard Indey, mengatakan peserta berasal dari Kota Ambon, Kabupaten Buru, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Maluku Barat Daya, dan Kabupaten Seram Bagian Barat.
“Seleksi dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 3 hingga 4 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan menjaring putra-putri terbaik daerah untuk mengikuti pembentukan Paskibraka tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Daniel, seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Setiap tahapan dirancang agar bebas dari intervensi sehingga mampu menghasilkan peserta terbaik yang layak mewakili Maluku di tingkat nasional.
Dari total 12 peserta, nantinya akan dipilih enam orang atau tiga pasang putra-putri terbaik untuk mengikuti tahapan seleksi nasional. Selanjutnya, akan ditetapkan satu pasang terbaik yang terdiri dari satu putra dan satu putri untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan Paskibraka nasional serta bertugas pada Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.
Untuk menjaga independensi dan kredibilitas seleksi, panitia melibatkan tim gabungan dari Kesbangpol Maluku, TNI, Polri, RSUD dr. M. Haulussy Ambon, Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD), serta para purna Paskibraka. Proses seleksi juga mendapat pengawasan langsung dari tim monitoring pusat yang berasal dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Sekretariat Militer Presiden.
“Tahapan seleksi mencakup verifikasi administrasi, tes wawasan kebangsaan, dan tes intelegensi umum. Selain itu, peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan, tes kesamaptaan, psikotes, tes peraturan baris-berbaris, tes kepribadian, wawancara, hingga penilaian akhir atau pantukhir,” tuturnya merincikan.
Pemerintah Provinsi Maluku berharap seleksi ini dapat melahirkan wakil terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Selain kemampuan fisik dan akademik, para peserta juga diharapkan menunjukkan disiplin, integritas, jiwa kepemimpinan, serta semangat kebangsaan yang tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian seleksi.
Keikutsertaan dalam Paskibraka tingkat nasional tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kehormatan bagi daerah asal yang diwakili dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan