SEMARANG, GEMADIKA.com Suasana tenang di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kota Semarang, Jawa Tengah, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah seorang perempuan berinisial AYB (25) diduga menjadi korban penyerangan oleh suaminya sendiri, F (29), pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 08.15 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban datang ke sekolah untuk mengambil rapor anaknya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga telah mengetahui jadwal kedatangan korban dan sengaja mendatangi lokasi sebelum melakukan aksinya.

Pelaku kemudian menyerang korban menggunakan sebuah obeng yang telah dimodifikasi. Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka dan langsung dilarikan ke RS William Booth Semarang untuk mendapatkan penanganan medis.

Kejadian itu sontak membuat guru, orang tua murid, serta warga di sekitar lokasi panik. Beruntung, anak korban dilaporkan dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka fisik.

Tidak lama setelah insiden berlangsung, aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga nekat melakukan penyerangan karena persoalan rumah tangga. Ia mengaku tidak menerima gugatan cerai yang diajukan istrinya, yang disebut telah meninggalkan rumah selama kurang lebih dua bulan.

Pihak kepolisian kini masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Pelaku dijerat dengan pasal terkait dugaan penganiayaan berat dan terancam hukuman pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa konflik rumah tangga seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum dan komunikasi, bukan dengan tindakan kekerasan yang membahayakan keselamatan orang lain serta menimbulkan trauma, terutama bagi anak yang berada di lingkungan kejadian.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami