JAKARTA, GEMADIKA.com – Kebiasaan mengonsumsi suplemen tanpa pengawasan medis kembali memakan korban. Seorang wanita berusia 26 tahun dilaporkan mengalami kerusakan ginjal serius setelah mengonsumsi vitamin D secara berlebihan tanpa pemeriksaan dokter.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa suplemen, termasuk vitamin, tetap memiliki risiko jika dikonsumsi tidak sesuai dosis.

Awalnya, wanita tersebut mengonsumsi vitamin D hanya berdasarkan saran temannya yang menyebut dirinya mengalami kekurangan vitamin D. Tanpa melakukan tes darah atau berkonsultasi dengan tenaga medis, ia rutin mengonsumsi suplemen tersebut selama berbulan-bulan.

Namun, kondisi kesehatannya mulai memburuk. Ia mengalami berbagai gejala seperti muntah, tubuh lemas, sembelit, rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, hingga kebingungan.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, dokter menemukan bahwa kadar vitamin D dalam tubuhnya telah mencapai tingkat toksik atau beracun. Kondisi tersebut menyebabkan kadar kalsium dalam darah meningkat drastis (hiperkalsemia) dan memicu kerusakan ginjal yang parah hingga harus menjalani cuci darah (dialisis).

Baca juga :  Kanker Kolorektal Jadi Ancaman Serius, Deteksi Dini Jadi Kunci Selamatkan Pasien

Dampak Fatal Kelebihan Vitamin D

Konsultan nefrologi dan dokter transplantasi ginjal, dr Aseem Thamba, menjelaskan bahwa kasus keracunan vitamin D memang jarang terjadi, tetapi tetap berisiko jika dikonsumsi tanpa kontrol medis.

“Suplementasi vitamin D yang berlebihan tanpa pengawasan dapat menyebabkan kadar kalsium yang sangat tinggi. Kondisi ini dapat merusak ginjal dan mengakibatkan cedera ginjal akut (Acute Kidney Injury),” jelasnya.

“Jika kerusakan ginjalnya sudah parah atau berlangsung lama, beberapa pasien terpaksa harus menjalani cuci darah,” lanjutnya.

Menurut dr Thamba, kelebihan vitamin D menyebabkan penumpukan kalsium dalam darah yang akhirnya membebani kerja ginjal. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, kerusakan organ bisa menjadi permanen.

Ia juga menegaskan bahwa usia muda bukan jaminan aman dari risiko komplikasi akibat konsumsi suplemen berlebihan.

Gejala Overdosis Vitamin D yang Harus Diwaspadai

Baca juga :  Elza Syarief Mundur dari Tim Kuasa Hukum Eks Pejabat BGN, Sebut Kasus MBG Berpotensi ‘Gelap’

Salah satu tantangan dalam mendeteksi keracunan vitamin D adalah gejalanya yang mirip dengan penyakit ringan sehari-hari. Masyarakat diimbau untuk waspada jika mengalami tanda-tanda berikut:

Mual dan muntah
Kehilangan nafsu makan
Rasa haus berlebihan
Sering buang air kecil
Sembelit dan kelelahan tidak biasa

Gejala tersebut dapat berkembang secara perlahan dalam hitungan minggu hingga bulan jika tidak segera ditangani.

Pentingnya Pemeriksaan Sebelum Konsumsi Suplemen

Dokter menekankan bahwa konsumsi suplemen tidak boleh dilakukan sembarangan, meskipun gejala seperti lelah atau rambut rontok sering dikaitkan dengan kekurangan vitamin.

Langkah paling tepat adalah melakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu untuk mengetahui kadar vitamin dalam tubuh secara akurat.

Selain itu, dr Thamba juga mengingatkan bahwa anggapan vitamin K2 dapat menetralkan efek buruk vitamin D dosis tinggi adalah keliru.

Dilansir dari Detihelt.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami