MOSKOW, GEMADIKA.com Presiden Rusia Vladimir Putin menolak tawaran pertemuan langsung yang diajukan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk membahas upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Sikap tersebut menegaskan bahwa Moskow masih berpegang pada target militernya dan belum menunjukkan perubahan posisi dalam konflik yang terus berlangsung di Ukraina.

Pernyataan itu disampaikan Putin saat menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Sabtu (6/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan belum melihat manfaat yang cukup untuk melakukan pertemuan tatap muka dengan Zelenskyy.

Menurut laporan yang dikutip dari The Guardian, Putin bahkan menyebut surat terbuka yang berisi ajakan pertemuan tersebut sebagai surat yang tidak sopan.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengusulkan agar kedua pemimpin bertemu di negara ketiga seperti Swiss atau Turki guna membuka jalan menuju proses perdamaian yang lebih konkret.

Dalam suratnya, Zelenskyy juga menawarkan pemberlakuan gencatan senjata penuh selama proses negosiasi berlangsung. Ia menilai diplomasi merupakan langkah yang perlu ditempuh untuk menghentikan konflik yang telah menimbulkan dampak besar bagi kedua negara.

Namun, Putin kembali menegaskan bahwa posisi Rusia tidak berubah. Moskow tetap berkomitmen mencapai seluruh tujuan militernya di Ukraina, termasuk mempertahankan wilayah yang telah dikuasai pasukan Rusia selama konflik berlangsung.

Presiden Rusia itu mengklaim pasukannya telah menguasai seluruh wilayah Luhansk serta lebih dari 85 persen wilayah Donetsk. Selain itu, Rusia juga tetap menuntut agar Ukraina menyerahkan wilayah Kherson dan Zaporizhzhia sebagai bagian dari syarat yang menurut Moskow diperlukan untuk menciptakan perdamaian jangka panjang.

Putin juga mempertanyakan tujuan sebenarnya dari surat yang dikirim Zelenskyy dan menilai tawaran pertemuan tersebut tidak dirancang untuk menghasilkan dialog yang produktif.

Menanggapi penolakan tersebut, Zelenskyy menyatakan sikap Kremlin menunjukkan bahwa Rusia belum memiliki keinginan untuk mengakhiri perang melalui jalur diplomasi.

Menurutnya, Moskow kembali memilih melanjutkan konflik meskipun peluang perundingan damai masih terbuka. Di tengah kebuntuan diplomatik tersebut, Ukraina terus memperkuat langkah militernya dengan meningkatkan serangan terhadap sejumlah target strategis Rusia.

Sementara itu, upaya perdamaian yang diusulkan Zelenskyy mendapat dukungan dari sejumlah pemimpin negara Barat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron disebut menyambut baik gagasan pertemuan langsung antara pemimpin Rusia dan Ukraina sebagai salah satu jalan menuju penyelesaian konflik.

Dalam agenda diplomatik selanjutnya, Zelenskyy dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London serta melakukan pembicaraan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz untuk membahas langkah lanjutan dalam mendorong proses perdamaian.

Selain membahas konflik Ukraina, Putin dalam forum yang sama juga menanggapi kritik negara-negara Barat terkait kondisi ekonomi Rusia. Ia menegaskan bahwa negaranya tetap mampu bertahan di tengah berbagai sanksi internasional dan akan terus menjalankan kebijakan yang dianggap perlu untuk mencapai tujuan nasional Rusia.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda kesepakatan damai yang dapat mengakhiri konflik Rusia-Ukraina dalam waktu dekat. Namun berbagai upaya diplomasi dari kedua belah pihak maupun negara-negara mitra internasional terus dilakukan untuk mencari jalan keluar dari perang yang telah berlangsung sejak 2022 tersebut.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami