JAKARTA, GEMADIKA.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menginisiasi Gerakan Revolusi Putih Nasional sebagai upaya meningkatkan konsumsi susu masyarakat sekaligus memperkuat populasi sapi perah di Indonesia.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor susu.
Gagasan tersebut disampaikan Sudaryono saat menghadiri peringatan Hari Susu Nusantara 2026 yang digelar di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026).
“Saya ingin menginisiasi satu gerakan yang kita namakan Revolusi Putih. Tujuannya meningkatkan populasi sapi perah dan mendistribusikan susu secara gratis kepada anak-anak sekolah di seluruh Indonesia,” katanya.
Menurut Sudaryono, peningkatan konsumsi susu menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, budaya minum susu perlu dibiasakan sejak usia dini agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi secara optimal.
Fokus Perkuat Produksi Susu Nasional
Sudaryono menjelaskan, pemerintah saat ini terus mendorong swasembada pangan di berbagai sektor strategis. Setelah sejumlah komoditas seperti beras, jagung, gula, cabai, ayam, dan telur mengalami peningkatan produksi, sektor susu menjadi fokus berikutnya yang perlu diperkuat.
“Pemerintah saat ini telah berupaya untuk memenuhi swasembada pangan kita. Beras tidak impor lagi, jagung tidak impor lagi, gula tidak impor lagi, cabai tidak impor lagi, ayam tidak impor lagi, telur tidak impor, dan kita tinggal penuhi kebutuhan susu dan daging kita,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Revolusi Putih tidak hanya bertujuan meningkatkan konsumsi susu masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan populasi sapi perah agar produksi susu segar nasional terus bertambah.
HKTI Didorong Jadi Penggerak Program
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono meminta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk menjadi motor penggerak program Revolusi Putih. Ia bahkan mengusulkan penghimpunan dana guna mendukung pengadaan sapi perah dan distribusi susu gratis ke sekolah-sekolah.
“Kita ingin yang konkret-konkret. Selain itu saya juga minta kita galang penghimpunan dana, kemudian kita mengadakan sapi perah. Saya ingin di momen ini kita paling tidak punya 100 sapi perah yang bisa kita adakan dalam waktu dekat,” katanya.
Menurutnya, peningkatan konsumsi susu tidak cukup hanya melalui kampanye atau sosialisasi. Dibutuhkan aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah yang sedang berada dalam masa pertumbuhan.
Pentingnya Gizi dan Protein untuk Anak
Sudaryono menilai susu memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, kesehatan tulang, serta perkembangan kecerdasan anak. Karena itu, pemenuhan kebutuhan protein dan gizi harus menjadi perhatian bersama.
Dalam sambutannya, ia juga berbagi pengalaman pribadi mengenai kebiasaan minum susu sejak remaja.
“Saya ini produk susu. Waktu masuk SMA tinggi saya 164 sentimeter. Dalam tiga tahun naik 14 sentimeter menjadi 178 sentimeter karena rutin minum susu,” ucapnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memahami perbedaan antara susu murni dan susu kental manis.
“Susu sama susu kental manis itu beda. Yang saya maksud susu di sini adalah susu murni. Kalau susu kental manis itu adalah gula,” katanya.
Selain itu, Sudaryono mengajak para orang tua untuk mengutamakan kebutuhan gizi anak meskipun dalam kondisi ekonomi yang terbatas.
“Orang tuanya boleh susah, tapi anaknya harus makan bergizi. Harus makan telur dan harus minum susu,” ucapnya.
Konsumsi Susu Indonesia Masih Rendah
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan bahwa produksi susu segar nasional saat ini baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan dalam negeri.
Indonesia masih mengimpor sekitar 3,7 juta ton setara susu segar setiap tahun dengan nilai mencapai Rp25 triliun.
Di sisi lain, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sekitar 17,76 liter per kapita per tahun, angka yang dinilai masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.
Hari Susu Nusantara Berlangsung Meriah
Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Sejumlah kegiatan edukatif digelar untuk mengenalkan pentingnya konsumsi susu kepada anak-anak.
Salah satunya adalah lomba mewarnai bertema peternakan dan susu yang diikuti pelajar sekolah dasar.
Salah seorang pendamping peserta dari SD Al-Kahfi Jakarta Timur, Macha, mengaku sengaja mengajak anak-anak mengikuti kegiatan tersebut untuk menambah pengetahuan tentang pentingnya gizi.
“Kami tertarik ikut acara ini untuk edukasi anak-anak tentang pentingnya minum susu untuk nutrisi, pertumbuhan badan, dan tulang. Jadi anak-anak bisa belajar sambil bermain,” katanya.
Tahun ini, Hari Susu Nusantara yang diperingati setiap 1 Juni bertepatan dengan World Milk Day mengusung tema “Dengan Susu, Generasi Kuat, Indonesia Hebat.”





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan