PATI, GEMADIKA.com – Nasib pilu dialami seorang remaja putri asal Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, yang terlantar dan tersesat selama hampir sepekan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Beruntung, gadis berinisial NS (14) akhirnya mendapatkan pertolongan dari warga dan jajaran Polsek Tambakromo hingga dapat kembali melanjutkan perjalanan pulang ke kampung halamannya.

NS diketahui merupakan warga Desa Makarti Tama, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Remaja tersebut ditemukan dalam kondisi kebingungan setelah berhari-hari berada jauh dari keluarganya.

Peristiwa itu bermula ketika NS diduga tergiur iming-iming lowongan kerja yang membuatnya nekat meninggalkan daerah asal. Namun sesampainya di wilayah Pati, harapan mendapatkan pekerjaan justru berujung petaka. Ia tersesat tanpa tujuan yang jelas dan harus bertahan hidup seorang diri selama beberapa hari.

Menurut informasi yang diperoleh petugas, selama berada di Kabupaten Pati, NS tidak memiliki tempat tinggal tetap. Ia bahkan terpaksa beristirahat dan tidur di emperan minimarket serta sejumlah lokasi lain demi bertahan hidup.

Pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, warga Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo, menemukan NS berjalan seorang diri dengan kondisi kebingungan. Merasa khawatir, warga kemudian membawa remaja tersebut ke Polsek Tambakromo untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan.

Petugas piket SPKT bersama Bhabinkamtibmas segera melakukan pendataan dan pemeriksaan awal. Dari hasil keterangan, NS mengaku telah berada di wilayah Kabupaten Pati selama kurang lebih tujuh hari tanpa mengetahui arah tujuan maupun cara untuk kembali ke rumahnya.

Selama berada di Polsek Tambakromo, NS mendapatkan pendampingan, pemeriksaan kesehatan, serta berbagai kebutuhan dasar yang diperlukan.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tambakromo AKP Mukhlison menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak menjadi salah satu prioritas utama dalam setiap pelayanan kepolisian.

“Kami segera melakukan pendataan, memberikan perlindungan sementara, memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan, serta berupaya mencari solusi terbaik agar anak tersebut dapat kembali dengan aman ke keluarganya di Lampung. Kehadiran Polri tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan pertolongan,” ujar AKP Mukhlison.

Setelah melakukan koordinasi dan berbagai upaya pendampingan, personel Polsek Tambakromo kemudian mengantar NS ke terminal bus antarprovinsi untuk memastikan perjalanan pulang berjalan aman.

Tidak hanya itu, petugas juga berkoordinasi dengan kru bus agar turut membantu mengawasi perjalanan remaja tersebut hingga tiba di Lampung dan dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.

“Kami ingin memastikan anak tersebut benar-benar berada dalam perjalanan yang aman menuju keluarganya. Ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat,” tambah AKP Mukhlison.

Kisah NS berakhir dengan suasana haru. Setelah sempat terlantar selama sepekan jauh dari keluarga, ia akhirnya mendapatkan bantuan yang membawanya kembali menuju kampung halaman.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang belum jelas kebenarannya, terutama yang menyasar anak-anak dan remaja. Di sisi lain, aksi cepat warga dan kepolisian menunjukkan pentingnya kepedulian sosial dalam membantu mereka yang berada dalam situasi darurat dan membutuhkan pertolongan.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami