JAKARTA, GEMADIKA.com – Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Menariknya, beberapa gejala kondisi ini justru kerap muncul pada pagi hari, namun sering diabaikan.

Salah satu penyebabnya adalah fenomena dawn phenomenon atau fenomena fajar, yaitu kondisi ketika hormon tubuh yang diproduksi pada pagi hari memicu peningkatan kadar gula darah.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa fenomena ini dialami lebih dari 50 persen penderita diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2.

Gejala Diabetes yang Muncul di Pagi Hari

Spesialis penyakit dalam, dr. Randy Nusrianto, menjelaskan bahwa pada tahap awal, diabetes sering tidak menimbulkan gejala yang spesifik sehingga banyak penderita tidak menyadarinya.

Namun, ketika kadar gula darah meningkat, beberapa tanda berikut bisa muncul:

  1. Mudah Lelah

Penderita diabetes sering merasa lelah karena tubuh tidak mampu menggunakan glukosa secara optimal sebagai sumber energi. Selain itu, dehidrasi akibat sering buang air kecil juga memperparah kondisi ini.

  1. Haus Berlebihan

Rasa haus ekstrem (polidipsia) menjadi gejala umum. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha mengimbangi kehilangan cairan akibat tingginya kadar gula darah.

  1. Sering Buang Air Kecil

Produksi urine meningkat (poliuria) karena ginjal bekerja lebih keras menyaring kelebihan glukosa, terutama pada malam hingga pagi hari.

  1. Pandangan Kabur

Kadar gula darah tinggi dapat menarik cairan dari lensa mata sehingga mengganggu fokus penglihatan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat merusak retina.

  1. Sakit Kepala

Sakit kepala berulang bisa menjadi tanda fluktuasi kadar gula darah, baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah.

  1. Mudah Lapar

Kekurangan insulin membuat tubuh tidak dapat memanfaatkan glukosa dengan baik, sehingga memicu rasa lapar berlebihan (polifagia).

Cara Memeriksa Kadar Gula Darah

Untuk memastikan kondisi diabetes, diperlukan pemeriksaan medis yang akurat. Berikut beberapa metode yang umum digunakan:

  1. Finger Prick (Tusuk Jari)

Metode ini menggunakan setetes darah dari ujung jari yang dianalisis dengan alat pengukur glukosa.

  1. Continuous Glucose Monitoring (CGM)

CGM menggunakan sensor yang dipasang di tubuh untuk memantau kadar gula darah secara terus-menerus tanpa perlu tusuk jari berulang.

Jenis Tes Gula Darah
HbA1c

Mengukur rata-rata kadar gula darah selama 2–3 bulan terakhir:

Normal: < 5,7%
Prediabetes: 5,7–6,4%
Diabetes: ≥ 6,5%
Gula Darah Puasa (GDP)

Dilakukan setelah puasa 8–12 jam:

Diabetes jika ≥ 126 mg/dL (dua kali pemeriksaan)
Gula Darah Sewaktu (GDS)

Dilakukan tanpa puasa:

Normal jika < 200 mg/dL
Gula Darah 2 Jam Setelah Makan (GD2PP)

Mengukur respons tubuh terhadap glukosa setelah makan:

Normal jika < 140 mg/dL
Kesimpulan

Gejala diabetes di pagi hari sering kali tidak disadari karena bersifat umum. Namun, jika muncul secara berulang seperti mudah lelah, sering haus, dan sering buang air kecil, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan.

Deteksi dini dan pengelolaan yang tepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Dilansir dari Detikhelt.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami