GROBOGAN, GEMADIKA.com – Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali berkobar di Kabupaten Grobogan. Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 resmi digelar di Lapangan Desa Tambahrejo, Kecamatan Wirosari, Rabu (15/7/2026). Sebanyak sekitar 400 peserta hadir memenuhi lapangan, menyatukan langkah dalam satu tekad: membangun negeri dari desa.
Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, S.E., M.M., bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Bupati Grobogan. Upacara berlangsung khidmat mulai pukul 09.15 hingga 10.00 WIB, ditandai dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya program TMMD Sengkuyung Tahap III secara resmi.
Sejumlah pejabat penting turut hadir, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Grobogan Lusia Indah Artani, S.E., M.M., Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto, Kapolres Grobogan AKBP Endi Pratama, S.I.K., M.Si., Kepala Kejari Grobogan Sefran Haryadi, S.H., M.H., para kepala OPD, camat beserta jajaran Forkopimcam, kepala desa se-Kecamatan Wirosari, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua Bhayangkari, Ketua Penggerak PKK, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Peserta upacara pun beragam — satu SST Korsik, dua SST dari Kodim 0717/Grobogan, satu SST Polres Grobogan, satu SST Satpol-PP, satu SST Linmas, Banser, PKK dan perangkat desa, satu SST Perhutani, serta satu SST pelajar SD dan SMP.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Sugeng Prasetyo menegaskan bahwa TMMD Sengkuyung bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan wujud nyata gotong royong dan kebersamaan yang menjadi kekuatan luar biasa untuk mewujudkan kemandirian desa.
“Alhamdulillah, hari ini spirit kegotongroyongan dan kebersamaan kembali kita teguhkan dalam suatu aksi nyata melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap 3 Tahun Anggaran 2026 di Desa Tambahrejo Kecamatan Wirosari dengan tema ‘TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa’,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan, pengangguran, kedaulatan pangan dan energi, pemberantasan narkoba, hingga penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme.
“Sinergitas dan kemanunggalan TNI bersama rakyat, serta Pemerintah Pusat dan Daerah melalui TMMD Sengkuyung menjadi kekuatan luar biasa untuk menggali dan mendayagunakan potensi yang ada dalam rangka mewujudkan kemandirian desa,” tegasnya.
Program Fisik dan Non Fisik yang Menyentuh Kebutuhan Warga
TMMD Sengkuyung Tahap III ini menyasar program fisik dan non fisik secara bersamaan. Di sisi fisik, program mencakup pengecoran jalan sepanjang 600 meter dengan lebar 2,5 meter dan tebal 0,15 meter, rehabilitasi satu unit pos kamling, rehabilitasi satu unit mushola, serta pembangunan jamban keluarga sebanyak 5 unit.
Sementara program non fisik meliputi sosialisasi Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan, sosialisasi administrasi kependudukan oleh Dukcapil, penyuluhan kesehatan dan pencegahan stunting, pemeriksaan kesehatan gratis oleh Puskesmas Wirosari, pemberian paket sembako untuk 50 orang, serta pemberian peralatan sekolah untuk 35 anak.
“Saya berharap kepada seluruh warga Desa Tambahrejo untuk ikut berpartisipasi dalam menyukseskan program TMMD Sengkuyung Tahap 3 Tahun 2026, teruslah berjuang membangun kesejahteraan masyarakat desa,” pungkas Wakil Bupati dalam amanatnya.


