JAKARTA, GEMADIKA.com – Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) kini semakin sering ditemukan pada anak. Gangguan saluran cerna ini tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman di lambung, tetapi juga dapat memicu keluhan serius apabila tidak dikenali dan ditangani sejak dini.
Dokter Konsultan Gastroentero Hepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono, dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A. (K), mengatakan meningkatnya kasus GERD pada anak berkaitan erat dengan kebiasaan sehari-hari, terutama aktivitas yang dilakukan segera setelah makan.
Menurutnya, kebiasaan yang tampak sederhana, seperti langsung bermain atau tidur setelah makan, dapat memengaruhi fungsi katup antara kerongkongan dan lambung sehingga memicu naiknya asam lambung.
“Kejadian yang paling banyak dialami anak sekarang ini adalah GERD atau Gastroesophageal Reflux,” kata dr. Eva dalam acara Media Meet Up Eka Hospital MT Haryono di Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
GERD Bukan Disebabkan Kelainan Lambung
Dr. Eva menjelaskan bahwa GERD sebenarnya bukan berasal dari gangguan pada lambung, melainkan akibat masalah pada katup yang menghubungkan kerongkongan dengan lambung.
Dalam kondisi normal, katup tersebut akan menutup rapat setelah makanan masuk ke lambung sehingga isi lambung tidak kembali naik ke kerongkongan.
“Sebenarnya ini bukanlah kelainan lambung, melainkan ada masalah di klep lambung. Antara tenggorokan dan lambung itu ada klepnya dan dia seharusnya tertutup,” jelasnya.
Namun pada sebagian anak, katup tersebut dapat kembali terbuka ketika terdapat tekanan dari dalam lambung. Akibatnya, asam lambung maupun isi lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala GERD.
Langsung Bermain Setelah Makan Bisa Memicu GERD
Dr. Eva mengatakan salah satu penyebab paling sering ditemukan adalah kebiasaan anak yang langsung kembali bermain setelah makan.
Aktivitas seperti berlari, melompat, atau permainan yang banyak melibatkan gerakan tubuh dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung sehingga katup lebih mudah terbuka.
“Namun pada beberapa anak, klepnya bisa terbuka karena jeda waktu istirahat anak setelah makan itu sangat sempit, sehingga beberapa anak langsung bermain dan melompat setelah makan,” ujarnya.
Ia menyarankan agar anak diberi waktu sekitar 30 menit setelah makan sebelum melakukan aktivitas fisik.
“Padahal harusnya ditunggu dulu setengah jam supaya makanannya turun dengan sempurna, kemudian bisa aktif bermain. Jika langsung bermain setelah makan, maka klepnya masih terbuka,” katanya.
Langsung Tidur Setelah Makan Juga Berisiko
Selain bermain, kebiasaan langsung tidur setelah makan juga dapat meningkatkan risiko GERD.
Saat tubuh berbaring dalam kondisi lambung masih penuh, tekanan di dalam lambung meningkat sehingga isi lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan.
“Selain bermain, biasanya anak juga langsung tidur setelah makan, tanpa ada jeda makanan turun. Bisa dibayangkan lambung yang penuh, lalu si anak tidur, maka terdorong lagi klepnya untuk terbuka,” ungkap dr. Eva.
Karena itu, orangtua dianjurkan memberi jeda sebelum anak tidur maupun melakukan aktivitas berat setelah makan.
Bisa Menyebabkan Gangguan Pernapasan
Dr. Eva mengingatkan bahwa dampak GERD tidak hanya dirasakan pada sistem pencernaan.
Pada beberapa kasus, refluks asam lambung dapat memengaruhi saluran pernapasan hingga menyebabkan kondisi yang cukup berat.
“Hal ini yang menyebabkan anak gampang muntah, sakit dada, bahkan ada beberapa pasien yang datang dengan napas sekarat,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa pasien anak datang ke rumah sakit dengan keluhan utama berupa sesak napas. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, penyebabnya ternyata berasal dari asam lambung yang naik ke kerongkongan.
“Setelah ditelusuri, anak itu sakit perut karena asam lambungnya naik dan dia napasnya tersendat-sendat,” ujar dr. Eva.
Ia mengimbau para orangtua untuk memperhatikan pola aktivitas anak setelah makan. Memberikan waktu istirahat sekitar 30 menit sebelum bermain atau tidur merupakan langkah sederhana namun efektif untuk membantu menjaga fungsi katup lambung dan mengurangi risiko GERD.
Dilansir dari Kompascom.


