JAKARTA, GEMADIKA.com – Kecepatan mendapatkan pertolongan medis menjadi faktor yang sangat menentukan keselamatan pasien dalam kondisi kegawatdaruratan. Keterlambatan beberapa menit saja dapat meningkatkan risiko kerusakan organ, kecacatan permanen, hingga kematian.

Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal dengan istilah golden period atau periode emas, yakni rentang waktu ketika pasien memiliki peluang terbaik untuk memperoleh penanganan yang optimal sehingga dapat meningkatkan angka keselamatan dan pemulihan.

Konsep golden period berlaku pada berbagai kondisi darurat, seperti stroke, serangan jantung, hingga trauma akibat kecelakaan. Semakin cepat pasien mendapatkan diagnosis dan terapi yang tepat, semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi organ serta mencegah komplikasi yang lebih berat.

Penanganan Stroke Harus Dilakukan Secepat Mungkin

Dokter Spesialis Saraf Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. M. Yoga Riyananda Isioni, Sp.N, menjelaskan bahwa stroke merupakan salah satu penyakit yang sangat bergantung pada kecepatan penanganan.

Menurutnya, ketika aliran darah menuju otak terganggu, sel-sel otak akan mulai mengalami kerusakan akibat kekurangan oksigen.

“Saat aliran darah ke otak terganggu, sel-sel otak mulai mengalami kerusakan akibat kekurangan oksigen. Karena itu, gejala seperti wajah mencong, kelemahan atau baal pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo atau sulit berbicara, serta gangguan keseimbangan tidak boleh diabaikan. Semakin cepat pasien mendapatkan terapi dalam golden period, semakin besar peluang pemulihan,” jelas dr. Yoga.

Baca juga :  Kementerian PU Rampungkan Irigasi Air Tanah di Pulau Yamdena, Dukung Panen Petani hingga Tiga Kali Setahun

Dalam penanganan stroke dikenal target waktu door-to-needle, yaitu waktu sejak pasien tiba di rumah sakit hingga mendapatkan terapi untuk melarutkan sumbatan pembuluh darah. Standar internasional menetapkan waktu tersebut kurang dari 60 menit.

Serangan Jantung Juga Memiliki Golden Period

Hal serupa berlaku pada pasien serangan jantung. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. Filemon W. Sondakh, Sp.JP, FIHA, menjelaskan bahwa kerusakan otot jantung akan terus berlangsung apabila aliran darah tidak segera dipulihkan.

“Semakin cepat pembuluh darah yang tersumbat dapat ditangani, semakin besar peluang untuk menyelamatkan otot jantung. Karena itu, gejala seperti nyeri dada yang terasa seperti tertindih, menjalar ke lengan, bahu, rahang, atau punggung, disertai sesak napas, keringat dingin, atau mual, perlu segera mendapatkan penanganan medis,” ujar dr. Filemon.

Dalam kasus serangan jantung terdapat target waktu door-to-balloon, yakni waktu sejak pasien tiba di rumah sakit hingga tindakan membuka sumbatan pembuluh darah jantung berhasil dilakukan. Standarnya adalah kurang dari 90 menit.

Baca juga :  Gubernur SDK temui Menteri KKP, Sulbar Peroleh Dukungan Program Strategis untuk Nelayan dan Budidaya Perikanan

Trauma Akibat Kecelakaan Juga Membutuhkan Respons Cepat

Selain stroke dan serangan jantung, kondisi trauma berat akibat kecelakaan, jatuh dari ketinggian, maupun cedera serius juga membutuhkan penanganan segera.

Perdarahan hebat, gangguan jalan napas, serta kerusakan organ dapat berkembang sangat cepat apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, keberhasilan penanganan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan pasien memperoleh pertolongan, tetapi juga kesiapan rumah sakit dalam memberikan diagnosis dan terapi secara cepat dan tepat.

Didukung Tim Medis Siaga 24 Jam

Untuk mendukung penanganan berbagai kondisi kegawatdaruratan, Mayapada Hospital Jakarta Timur menyediakan layanan Emergency 24/7 yang didukung dokter spesialis siaga di lokasi selama 24 jam.

Tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis saraf, jantung, bedah, anestesi, radiologi, serta tenaga kesehatan lainnya bekerja secara terintegrasi agar proses pemeriksaan, diagnosis, hingga tindakan medis dapat dilakukan sesuai standar internasional.

Melalui penerapan protokol kegawatdaruratan tersebut, rumah sakit menargetkan pencapaian waktu penanganan sesuai standar golden period, sehingga pasien memiliki peluang lebih besar untuk selamat dan pulih tanpa mengalami komplikasi berat.

Dilansir dari CNBC.

Untuk Informasi dan Kerja Sama, Klik Banner atau Hubungi Kami

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami