MAMASA,GEMADIKA.com – Ratusan warga dari Desa Salurano dan Malabo memblokade akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir/TPA Malabo, Rabu (23/7/2026). Aksi tersebut dilakukan saat Pemerintah Daerah Mamasa melakukan pengantaran sampah ke lokasi TPA yang rencananya akan diaktifkan kembali.

Pantauan di lokasi, aksi blokade berlangsung tegang. Ratusan personel gabungan dari Kepolisian dan TNI diterjunkan untuk mengamankan jalannya pengawalan truk sampah milik Pemda. Bentrok sempat terjadi antara warga dengan anggota Satpol PP yang mengawal armada sampah.

Massa menolak keras rencana Pemda mengaktifkan kembali TPA Malabo dengan alasan lokasi tersebut akan menimbulkan dampak lingkungan dan keresahan warga serta pencemaran lingkungan dalam jangka waktu yang panjang.

Reynal, yang mewakili warga Salurano, menegaskan pihaknya tidak akan mundur. Ia menyebut warga akan terus melakukan perlawanan hingga Pemda resmi membatalkan pengaktifan kembali TPA Malabo.

Menurut Reynal, dalam proses pengawalan pengangkutan sampah tersebut, warga juga merasa diintimidasi oleh Pemda.

“Pemda menganggap kami binatang, kami hampir diinjak dengan mobil sampah,” ujar Reynal saat ditemui di lokasi blokade.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Bupati Mamasa maupun Pemda terkait tudingan intimidasi tersebut. Aparat gabungan masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi eskalasi lanjutan.

Warga berharap pemerintah segera duduk bersama dan mencari solusi alternatif pembuangan sampah yang tidak merugikan masyarakat sekitat TPA.(Antika Maryam)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami