JAKARTA, GEMADIKA.com – Otoritas kesehatan Hong Kong mengeluarkan peringatan kepada masyarakat setelah wilayah tersebut resmi memasuki musim flu musim panas yang bertepatan dengan meningkatnya kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir.
Mengutip detikHealth yang melansir South China Morning Post, Kepala Cabang Penyakit Menular Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong, Dr. Albert Au Ka-wing, mengatakan peningkatan kasus terlihat dari hasil pengawasan spesimen saluran pernapasan.
Musim flu diperkirakan berlangsung selama 8 hingga 12 minggu, dengan puncak aktivitas diprediksi terjadi sepanjang Agustus hingga September 2026.
“Sejauh ini, sekitar 60 persen kasus infeksi disebabkan oleh Influenza A subtipe H3. Namun, kami juga mengamati adanya paparan dari subtipe H1 dan Influenza B,” ungkap Dr. Au.
Lansia dan Anak Menjadi Kelompok Rentan
Data otoritas kesehatan menunjukkan sedikitnya 23 kasus influenza berat pada orang dewasa. Sekitar 70 persen kasus tersebut terjadi pada kelompok usia 65 tahun ke atas, sementara 60 persen pasien diketahui belum menerima vaksin influenza.
Kasus berat juga dilaporkan menyerang anak-anak, termasuk seorang anak berusia 12 tahun dengan penyakit penyerta dan seorang anak berusia 6 tahun yang sebelumnya dalam kondisi sehat.
Meski keduanya telah menerima vaksin influenza pada akhir tahun lalu, Dr. Au menjelaskan bahwa efektivitas vaksin akan menurun seiring waktu.
“Vaksinasi menawarkan perlindungan terbaik dalam enam bulan pertama setelah penyuntikan, tetapi tingkat kekebalan tubuh dipastikan akan melemah secara bertahap seiring berjalannya waktu,” jelasnya.
Kasus COVID-19 Ikut Naik
Selain peningkatan kasus influenza, aktivitas virus COVID-19 di Hong Kong juga kembali meningkat sejak Mei 2026.
Persentase sampel laboratorium yang positif COVID-19 naik dari kurang dari 1 persen menjadi sekitar 6 persen. Sementara itu, angka kunjungan pasien COVID-19 ke unit gawat darurat rumah sakit umum mencapai 11 kasus per 1.000 kunjungan.
Menurut laporan tersebut, varian yang saat ini paling banyak ditemukan masih merupakan turunan dari JN.1.
Vaksinasi Bayi Masih Rendah
Otoritas kesehatan Hong Kong juga menyoroti rendahnya cakupan vaksinasi pada kelompok bayi.
Meski sekitar 65 persen anak secara umum telah menerima vaksin influenza, cakupan vaksinasi pada bayi usia 6 bulan hingga 2 tahun baru mencapai sekitar 27 persen.
Sementara itu, vaksinasi COVID-19 pada kelompok bayi tercatat lebih rendah lagi, dengan cakupan dosis pertama diperkirakan masih di bawah 4 persen.
Pemerintah Hong Kong mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan vaksinasi yang tersedia, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan individu dengan penyakit penyerta.
Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk, atau sesak napas, terutama pada anak-anak dan lansia.
Sumber: detikHealth, South China Morning Post.



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan