PANGANDARAN, GEMADIKA.com – Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, selama ini lebih dikenal melalui keindahan pantai-pantainya di pesisir selatan. Namun, di balik pesona laut tersebut, tersimpan bentang alam lain yang tak kalah memukau, yakni Megaterasering Sukamulya, hamparan sawah berundak seluas sekitar 1.200 hektare yang berada di Desa Sukamulya, Kecamatan Langkaplancar.

Terletak sekitar 17 kilometer dari Parigi, ibu kota Kabupaten Pangandaran, atau sekitar 40 menit perjalanan, kawasan ini berada pada ketinggian sekitar 222 meter di atas permukaan laut. Lanskap persawahan yang mengikuti kontur perbukitan menjadikannya salah satu kawasan sawah terasering terluas di Pangandaran.

Hamparan hijau yang membentang mengikuti lekuk bukit menghadirkan panorama khas pedesaan yang masih alami. Jalan-jalan setapak di antara petak sawah menjadi akses bagi para petani sekaligus jalur yang dapat dinikmati wisatawan untuk menyusuri kawasan dari dekat.

Panorama Alam yang Menenangkan

Saat musim tanam, kawasan Megaterasering Sukamulya didominasi warna hijau yang menyegarkan mata. Sementara ketika musim panen tiba, hamparan padi berubah menjadi warna keemasan yang menghadirkan pemandangan berbeda namun tetap memikat.

Saat ini, aktivitas wisata di kawasan tersebut lebih banyak berfokus pada menikmati panorama alam, berjalan menyusuri jalur persawahan, hingga berburu fotografi lanskap.

Beberapa kegiatan wisata yang sempat dikembangkan, seperti Terabas atau jelajah sawah, area berkemah, hingga Festival Pasar Sawah, kini sudah tidak lagi rutin diselenggarakan. Meski demikian, keindahan bentang alamnya tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Menyusuri Sawah dengan Sepeda

Tokoh masyarakat Desa Sukamulya, Herdiana, mengatakan bahwa kawasan Megaterasering juga dapat dinikmati dengan cara bersepeda menyusuri jalur setapak di tepi persawahan.

“Menikmati mega terasering juga bisa dilakukan dengan cara menaiki sepeda. Di sana terdapat jalur setapak cukup lebar, persis di pinggir sawah tersebut,” ujar Herdiana.

Menurutnya, jalur tersebut menawarkan pengalaman berbeda karena melintasi kawasan persawahan dengan lintasan yang relatif landai di beberapa titik. Pepohonan yang tumbuh di sepanjang jalur turut menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman.

Di beberapa lokasi, pengunjung biasanya berhenti untuk menikmati panorama ataupun mengabadikan keindahan sawah berundak yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Potensi Agrowisata Masih Terbuka

Selain menjadi kawasan wisata alam, Megaterasering Sukamulya juga merupakan lahan pertanian produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Berbagai komoditas unggulan dihasilkan dari kawasan ini, di antaranya:

Beras
Manggis
Kapulaga
Kopi

Menurut Herdiana, kekayaan hasil bumi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan konsep agrowisata berbasis pertanian.

“Suguhan hasil bumi di kawasan Megaterasering juga cukup melimpah, mulai dari beras, manggis, kapulaga hingga kopi. Wisatawan bisa merasakan olahan hasil bumi sekaligus pengalaman menghayati kehidupan agraris di Desa Sukamulya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keramahan masyarakat menjadi nilai tambah yang memperkuat potensi wisata desa tersebut.

“Desa Sukamulya memang berada di tengah kawasan hutan, tetapi masyarakatnya ramah. Potensi yang ada di Desa Sukamulya bukan hanya potensi alam, masih banyak potensi yang perlu dikembangkan oleh kita semua,” ujarnya.

Infrastruktur Masih Menjadi Tantangan

Di balik potensinya yang besar, pengembangan Megaterasering Sukamulya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju lokasi.

Sebagian ruas jalan menuju kawasan wisata masih mengalami kerusakan sehingga cukup sulit dilalui kendaraan, terutama ketika musim hujan.

“Kesulitannya memang di medan jalan yang akan dilewati cukup sulit. Alangkah baiknya kalau ke Sukamulya menggunakan kendaraan roda dua. Kalau roda empat, saat hujan bahkan tidak bisa dilewati sama sekali,” jelas Herdiana.

Ia berharap pemerintah daerah hingga pemerintah pusat dapat memberikan dukungan dalam peningkatan infrastruktur agar potensi wisata dan pertanian Desa Sukamulya dapat berkembang lebih optimal.

“Harapan kami ada bantuan, motivasi, dan dorongan dari pemerintah, terutama pemerintah kabupaten, provinsi, bahkan sampai pemerintah pusat, agar potensi yang ada di wilayah kami bisa terus dikembangkan,” tuturnya.

Dengan bentang sawah berundak yang masih terjaga, hasil bumi yang melimpah, serta kehidupan agraris yang tetap lestari, Megaterasering Sukamulya menjadi destinasi wisata alternatif yang menawarkan pengalaman berbeda di Pangandaran. Di balik popularitas pantainya, kawasan ini menyimpan pesona alam dan potensi agrowisata yang layak untuk terus dikembangkan.

Dilansir dari Kompascom.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami