KEBUMEN, GEMADIKA.com – Sebuah inovasi pertanian di Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, berhasil menarik perhatian masyarakat. Greenhouse milik BUMDes Gemilang Sakti kini tidak hanya menjadi pusat budidaya melon premium, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata edukasi melalui konsep Open Farm, yang memungkinkan pengunjung memetik langsung buah melon dari pohonnya.
Begitu memasuki greenhouse, aroma manis melon langsung menyambut para pengunjung. Di sepanjang lorong tanaman, buah-buah melon berwarna kuning keemasan tampak menggantung rapi dan siap dipanen. Pengunjung bebas memilih buah yang diinginkan, kemudian memotong tangkainya sendiri untuk dibawa pulang.
Berawal dari Program Ketahanan Pangan Desa
Direktur BUMDes Gemilang Sakti, Subagyo, menjelaskan bahwa budidaya melon premium merupakan bagian dari program ketahanan pangan desa yang mulai dijalankan pada awal 2026.
Melalui dua unit greenhouse, BUMDes membudidayakan sekitar 1.000 batang melon yang terdiri atas varietas Golden Aroma dan Lavender.
“Ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan desa. Untuk kali ini sekitar seribu batang melon di dua greenhouse dengan dua varietas unggulan, yaitu Golden Aroma dan Lavender,” ujar Subagyo, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, proses budidaya tidak selalu berjalan mudah. Namun, hasil panen kedua menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan panen sebelumnya.
Saat ini BUMDes tengah memanen varietas Golden Aroma, sedangkan varietas Lavender dijadwalkan memasuki masa panen pada awal Agustus mendatang.
“Untuk panen pertama hasilnya cukup bagus. Dan yang kedua ini lebih baik lagi. Dari satu greenhouse saja produksinya sudah mencapai sekitar 1,3 ton,” katanya.
Cuaca Mendukung Kualitas Panen
Subagyo mengatakan, salah satu faktor penting dalam budidaya melon adalah ketersediaan sinar matahari. Kondisi cuaca selama musim tanam dinilai sangat mendukung sehingga tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas tinggi.
“Melon membutuhkan cahaya matahari yang cukup agar buahnya berkembang sempurna. Sampai saat ini cuaca sangat mendukung sehingga kami tidak mengalami kendala berarti,” ujarnya.
Open Farm Disambut Antusias Masyarakat
Melihat hasil panen yang baik, BUMDes kemudian menghadirkan konsep Open Farm, sehingga masyarakat tidak hanya membeli hasil panen, tetapi juga dapat menikmati pengalaman memetik melon langsung dari kebun.
Pengunjung diajak melihat proses budidaya melon dengan sistem pertanian modern, kemudian memilih sendiri buah yang akan dipanen.
Konsep tersebut mendapat sambutan luar biasa. Sebelum dibuka, pengelola melakukan promosi melalui berbagai media. Hasilnya, seluruh stok panen habis hanya dalam waktu tiga hari.
“Kami melakukan promosi terlebih dahulu. Ketika Open Farm dibuka selama tiga hari, seluruh hasil panen langsung habis. Antusias masyarakat sangat tinggi karena mereka bisa memilih dan memetik sendiri melon yang diinginkan,” kata Subagyo.
Melon premium tersebut dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram, lebih terjangkau dibandingkan harga pasar agar dapat dinikmati lebih banyak masyarakat.
Selain melayani pembelian langsung di lokasi, BUMDes juga mulai membangun jaringan pemasaran dengan berbagai mitra sebagai langkah memperluas pasar sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
Menjadi Wisata Edukasi Sekaligus Penggerak Ekonomi Desa
Bagi BUMDes Gemilang Sakti, keberhasilan budidaya melon premium bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga bagaimana program tersebut mampu meningkatkan perekonomian desa, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
“Kami ingin usaha ini berhasil, masyarakat ikut merasakan manfaatnya, dan BUMDes memperoleh keuntungan agar program ini bisa terus berjalan dan berkembang,” tutur Subagyo.
Setelah masa panen selesai, greenhouse akan dibersihkan dan dipersiapkan kembali untuk siklus tanam berikutnya. Meski permintaan pasar terus meningkat, BUMDes saat ini masih memfokuskan diri pada optimalisasi dua greenhouse yang telah ada agar produktivitas dan kualitas buah tetap terjaga.
Keberhasilan Greenhouse Gemilang Sakti menunjukkan bahwa inovasi desa mampu menghadirkan nilai tambah, menggabungkan sektor pertanian modern dengan wisata edukasi yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Dilansir dari Kompascom.


