MUKDAHAN, GEMADIKA.com – Prosesi keagamaan umat Buddha di Provinsi Mukdahan, Thailand, berubah menjadi tragedi setelah sebuah mobil pikap menabrak rombongan biksu yang tengah berjalan di tepi jalan raya pada Kamis (2/7).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, rombongan terdiri dari 35 biksu yang didampingi lima orang pengikut. Mereka sedang mengikuti prosesi keagamaan yang berlangsung dengan tertib sebelum kecelakaan terjadi.

Insiden bermula ketika sebuah mobil pikap yang melaju di lokasi diduga kehilangan kendali hingga keluar dari jalurnya dan menghantam rombongan pejalan kaki.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 10 orang biksu meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, sedikitnya 14 orang lainnya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, dua korban dilaporkan masih berada dalam kondisi kritis.

Hasil penyelidikan awal mengungkap bahwa kendaraan tersebut dikemudikan oleh seorang anak laki-laki berusia 11 tahun. Bocah itu diduga mengendarai mobil tanpa sepengetahuan maupun izin dari orang tuanya.

Menangani kasus tersebut, aparat kepolisian setempat langsung mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan sebagai barang bukti. Mobil pikap itu akan menjalani pemeriksaan forensik guna mengetahui penyebab pasti kendaraan kehilangan kendali.

Selain itu, polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk meminta keterangan dari orang tua anak tersebut terkait dugaan kelalaian dalam pengawasan.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Thailand karena melibatkan anak di bawah umur sebagai pengemudi serta menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh faktor yang menyebabkan kecelakaan tersebut.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami