NAGAN RAYA, GEMADIKA.com – Aksi heroik seorang pemimpin daerah kembali memukau publik. Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, yang akrab disapa TRK, nekat menyusuri medan ekstrem untuk menjangkau wilayah perbatasan yang terlupakan.

Perjalanan yang memakan waktu berjam-jam ini dilakukan dengan berjalan kaki melalui jalan setapak berlumpur dan kawasan hutan lebat.

Misi Khusus di Wilayah Terpencil

Tidak seperti kunjungan kerja biasa yang nyaman dengan kendaraan dinas, Bupati TRK memilih cara yang lebih menantang. Ia meninjau langsung wilayah perbatasan antara Kabupaten Nagan Raya dengan Kabupaten Aceh Barat melalui rute yang jarang dilalui pejabat.

Perjalanan dimulai dengan menyusuri aliran Krueng Meulaboh yang berliku, kemudian melintasi lima gampong (desa) di Kecamatan Seunagan Timur. Kelima desa tersebut adalah Gampong Blang Lango, Tuwi Meuleusong, Blang Teungku, Kandeh, dan Kila – wilayah yang selama ini minim perhatian karena akses yang sulit.

Medan yang dilalui bukanlah jalan beraspal mulus. Sebagian besar rute melewati jalan setapak yang becek dan kawasan hutan yang masih alami. Kendaraan roda dua menjadi andalan utama, sementara sebagian perjalanan harus ditempuh dengan berjalan kaki.

Tim Khusus Dampingi Bupati

Dalam misi penting ini, Bupati TRK tidak sendirian. Ia didampingi oleh tim khusus yang terdiri dari Pelaksana Tugas Camat Seunagan Timur, Said Mudhar, dan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Nagan Raya, Muhammad Saleh, Turut serta pula para keuchik (kepala desa) dari kelima gampong yang dikunjungi.

Baca juga :  Wujud Peduli Sosial, PT Socfindo Kebun Seunagan Salurkan 8 Ekor Sapi Kurban untuk Warga Alue Bata dan Arongan

Kehadiran tim lintas bidang ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani permasalahan wilayah perbatasan secara komprehensif.

Komitmen Nyata untuk Rakyat

Kegiatan ini bukan sekadar pencitraan politik, melainkan wujud komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Nagan Raya. Tujuannya jelas: memastikan kondisi terkini di kawasan perbatasan dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Kami telah melihat langsung kondisi wilayah perbatasan Kabupaten Nagan Raya dengan Aceh Barat. Saya pikir, harus ada perhatian khusus dan aksi konkret ke depannya,” ujar Bupati TRK dengan tegas.

Selain mengecek titik perbatasan, Bupati TRK juga mengevaluasi kondisi sarana dan prasarana di lima gampong yang dilalui. Fokus utamanya adalah akses transportasi yang selama ini menjadi kendala utama masyarakat setempat.

Pesan Persatuan dan Pengelolaan Bijak

Dalam kesempatan langka ini, Bupati TRK menyampaikan pesan penting kepada para pemangku kepentingan di kawasan perbatasan. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan dalam menjaga wilayah strategis ini.

“Kawasan perbatasan harus dikelola dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat Nagan Raya, bukan justru dimanfaatkan oleh pihak luar,” imbaunya.

Baca juga :  "Traveler Wajib Tahu! QRIS Kini Bisa Dipakai di Korea Selatan — Belanja Tanpa Ribet Tukar Valas"

Pesan ini mengandung makna mendalam tentang pentingnya menjaga kedaulatan wilayah sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat lokal.

Apresiasi Warga yang Mengharukan

Perjuangan Bupati TRK tidak luput dari perhatian warga setempat. Abdul Rauf, salah satu tokoh masyarakat di kawasan perbatasan, mengungkapkan rasa kagum dan terima kasih yang mendalam.

“Saya salut, ada Bupati yang mau melewati jalan setapak sejauh ini, menyusuri kawasan hutan untuk melihat dan memastikan secara langsung titik batas wilayah serta mendengarkan keluh kesah kami dan menindaklanjuti setiap laporan,” ungkap Abdul Rauf.

Abdul Rauf berharap kunjungan bersejarah ini menjadi titik awal perubahan positif bagi masyarakat perbatasan yang selama ini terlupakan.

Visi Ekonomi Baru untuk Perbatasan

Lebih dari sekadar kunjungan, Bupati TRK juga memberikan arahan strategis untuk masa depan. Ia menekankan pentingnya menjadikan kawasan perbatasan sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

“Tadi Pak Bupati sudah memberi arahan kepada kami untuk menjaga kawasan perbatasan agar dapat menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat, tentu dengan mengikuti ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan,” tutup Abdul Rauf.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami