GROBOGAN, GEMADIKA.com – Puluhan warga Desa Plosoharjo berbondong-bondong menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluhan Demam Berdarah yang diselenggarakan Pemerintah Desa setempat, Jumat (01/08/2025).

Kegiatan yang berlangsung di balai desa ini mendapat dukungan penuh dari Puskesmas Toroh, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan.

Suasana diskusi terlihat hidup ketika tim medis dari Puskesmas Toroh menyampaikan materi pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Para peserta, yang terdiri dari berbagai kalangan masyarakat, tampak serius mendengarkan penjelasan tentang bahaya penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini.

Kepala Desa Tekankan Pentingnya Kewaspadaan Dini

Kepala Desa Plosoharjo, Bapak Suwoto, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan penyuluhan ini sebagai langkah preventif dalam menghadapi potensi merebaknya penyakit demam berdarah dan penyakit menular lainnya.

“Kita harus waspada dan mulai mengantisipasi sejak dini agar tidak terjadi wabah, baik demam berdarah maupun jenis penyakit lain di Desa Plosoharjo,” tegas Bapak Suwoto.

Baca juga :  Progres Pembangunan Jembatan Garuda Capai 90 Persen, Papan Pijakan Mulai Dipotong dan Dicat

Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan harus menangani wabah yang sudah menyebar luas.

Edukasi Komprehensif Tentang DBD

Tim medis dari Puskesmas Toroh menyajikan materi yang mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Penjelasan dimulai dari pengenalan gejala awal demam berdarah seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot, hingga munculnya bintik-bintik merah pada kulit.

Tidak hanya teori, para peserta juga dibekali pengetahuan praktis tentang cara pencegahan yang dapat diterapkan sehari-hari. Metode 3M Plus menjadi fokus utama pembahasan: Menguras tempat penampungan air secara rutin, Menutup rapat tempat penyimpanan air, dan Mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Program “Plus” dalam metode ini mencakup kegiatan fogging (pengasapan), pemantauan jentik nyamuk secara berkala, dan penanaman tanaman pengusir nyamuk di sekitar rumah.

Partisipasi Aktif Masyarakat

Antusiasme warga terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang terjadi selama sesi berlangsung. Beberapa peserta bahkan berbagi pengalaman pribadi terkait penanganan DBD di lingkungan mereka.

Baca juga :  Pemdes Pilangpayung Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Daring dari Kantor Desa

Ibu Sari, salah satu peserta, mengaku sangat terbantu dengan penjelasan yang diberikan.

“Selama ini saya hanya tahu kalau DBD berbahaya, tapi tidak tahu cara pencegahannya yang benar. Sekarang jadi lebih paham,” ungkapnya.

Komitmen Bersama Ciptakan Lingkungan Sehat

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah desa dan sektor kesehatan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas penyakit. Kolaborasi antara Desa Plosoharjo dan Puskesmas Toroh diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Kecamatan Toroh.

Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Desa Plosoharjo semakin sadar akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat sebagai bentuk pencegahan sejak dini terhadap ancaman penyakit. (Joko P)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami