BATU BARA, GEMADIKA.com – Demi keselamatan dan kenyamanan ribuan siswa di Kabupaten Batu Bara, Forum Kepala dan Ketua Komite Sekolah (FK2S) menggelar musyawarah penting untuk membahas rencana audiensi dengan Bupati.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kepala sekolah MAN Limapuluh pada Selasa (19/8/2025) ini membahas usulan pembangunan “jalan pelajar” sepanjang 550 meter.

Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap permasalahan kemacetan yang kerap membuat siswa terlambat masuk kelas dan kekhawatiran orang tua akan keselamatan anak-anak mereka.

Langkah Strategis Menuju Audiensi

Musyawarah yang dihadiri perwakilan dari berbagai jenjang pendidikan ini menghasilkan kesepakatan untuk mengajukan dua usulan utama kepada Bupati Batu Bara:

  1. Pembangunan jalan hot mix untuk jalan pelajar dengan volume 550 meter x 4 meter
  2. Pembangunan drainase jalan pelajar sepanjang 1,5 kilometer

Hadir dalam pertemuan tersebut para kepala sekolah dari berbagai jenjang: Erwin Parlindungan Nst S.Ag (MAN Limapuluh), Drs Basaruddin (SMAN 1), Dra Puji Rahayu Ningtias (SMPN 1), Asy’ari S.Ag (MTS N), Juli Indah Sari S.Pd (UPT SDN 01), B. Nainggolan S.Pd (UPT SDN 02), dan Erlina Tanjung S.Pd (UPT SDN 015).

Baca juga :  Pemkab Batu Bara Jawab Fraksi di Paripurna DPRD: Perubahan PT PBB Jadi Perseroda Demi Selaraskan Regulasi dan Perkuat PAD

Turut hadir pula perwakilan komite sekolah: Nabila (MAN), Drs Ramlan MS (SMAN), H. Sutan Sitompul (SMPN), dan H. Marlan (MTSN).

Solusi untuk Permasalahan Nyata

Fasilitator FK2S, Drs. Ramlan MS, menjelaskan urgensi proyek ini dengan bahasa yang mudah dipahami.

“Kami menilai pembangunan jalan sepanjang 550 meter ini akan menjadi solusi tepat. Jalan pelajar ini jalan lintasan dari sekolah ke sekolah lainnya menghubungkan kawasan sekolah dengan jalur belakang, sehingga anak-anak tidak lagi harus melewati jalan raya yang padat,” ujarnya.

Jalan khusus pelajar ini dirancang sebagai alternatif aman yang menghubungkan kawasan sekolah melalui jalur belakang, sehingga siswa tidak perlu lagi melintasi jalan raya yang padat kendaraan.

Dampak Langsung bagi Pendidikan

Kepala MAN Batu Bara, Erwin Parlindungan Nst, S.Ag., MM, menekankan dampak serius masalah transportasi terhadap dunia pendidikan.

“Sering kali siswa terlambat masuk kelas karena terjebak macet, bahkan ada orang tua yang khawatir melepas anaknya karena harus melintasi jalan raya yang ramai kendaraan,” katanya.

Baca juga :  Komisi lV DPRD Batu Bara Gelar RDP Dirut PDAM Dengan GEMAPI

Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan banyak keluarga di Batu Bara yang harus memilih antara pendidikan berkualitas dan risiko keselamatan anak.

Dukungan Penuh Masyarakat

Masyarakat sekitar memberikan respons positif terhadap rencana ini. Mereka menyadari bahwa manfaat jalan pelajar tidak hanya dirasakan siswa, tetapi juga pengguna jalan raya lainnya karena akan mengurangi kepadatan lalu lintas.

“Kami sangat mendukung. Semoga pemerintah daerah segera mengabulkan usulan ini demi kepentingan bersama,” tutur salah seorang tokoh masyarakat.

Langkah Selanjutnya

FK2S berencana mengirimkan surat resmi untuk meminta audiensi dengan Bupati Batu Bara dalam waktu dekat. Mereka optimis rencana ini akan mendapat respons positif dan masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur daerah.

Jika terealisasi, pembangunan jalan pelajar ini diharapkan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi ribuan pelajar di Kabupaten Batu Bara, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya utama. (Jumaidi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami