REMBANG,GEMADIKA.com- Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pertambangan yang tak kunjung reda, warga Desa Sudan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, khususnya mereka yang tinggal di tepian jalan kampung, mulai mencapai titik nadir kesabaran mereka.
Sudah lebih dari dua dekade, ketenangan desa ini tergantikan oleh suara mesin dan debu yang mengancam kesehatan warga.
Aktivitas tambang terpantau masih berjalan normal hingga pagi menjelang siang ini.
Namun, dibalik operasional tersebut, terdapat luka lama warga yang belum terobati terkait janji pemindahan jalur logistik tambang.
Salah satu warga desa Terjan, Ulum mengungkapkan bahwa beberapa bulan lalu tepatnya bulan September 2025, sekira 25 warga bersama kelompok ibu-ibu (emak-emak) sempat menggelar aksi protes.
Tuntutan mereka sederhana, truk armada tambang tidak lagi melintasi jalan kampung demi keamanan dan kenyamanan warga.
”Sudah ada kesepakatan antara warga, Pemerintah Desa (Pemdes), BPD, dan pihak tambang. Mereka siap membuat jalan sendiri,” ujar Ulum saat dikonfirmasi wartawan. Rabu (4/1/2026)
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Setelah tenggat waktu yang disepakati habis, truk-truk besar tersebut masih terlihat bebas berlalu-lalang di jalur pemukiman.
Masalah utama yang dikeluhkan warga bukan sekadar kebisingan, melainkan dampak kesehatan yang nyata, terutama bagi anak-anak dan balita.
Debu yang beterbangan dari truk-truk yang tidak ditutup terpal dianggap menjadi biang keladi keluhan kesehatan warga.
”Warga sudah cukup sabar. Bayangkan, ini sudah berlangsung lebih dari 20 tahun, kalau ada ijin tidaknya saya kurang tahu mas ,” keluh warga Sudan ini.
Menurutnya, setiap hari ada puluhan dump truk pengangkut material tambang melewati jalan di depan rumah warga desa.
Dari hasil audensi sebenarnya sudah ada titik temu mas, namun waktu kesepakatan tidak boleh melewati jalur perkampungan, walaupun itu jalan Kabupaten ( Pekerja Umum). Warga mendesak agar tambang membuat jalur alternatif sendiri,, jalur alternatif sebenarnya sudah bisa dilewati, cuman ada oknum driver ngeyel lewat jalur pemukiman,” terangnya
Ia menambahkan sebenarnya sopir (driver) yang ngeyel lewat jalan pemikiran kayaknya warga sekitar situ sih, jadi yang lain ikut ikutan.
Untuk sekarang jalannya sudah dialihkan dan ditertibkan tidak lewat perkampungan, cuman yang kosong dari warga setempat itu masih diperbolehkan lewat,” jelasnya.
Sebenarnya hasil rapat kemarin pihak tambang menyetujui dan ditandatangani diatas meterai,” pungkasnya
Penulis : Aziz




