JEMBER, GEMADIKA.com – Aksi tak biasa seorang anggota DPRD Jember menjadi sorotan publik setelah video dirinya bermain game sambil merokok saat rapat viral di media sosial. Peristiwa ini pun langsung mendapat respons dari Partai Gerindra.
Majelis Kehormatan Partai Gerindra memanggil anggota DPRD Jember, Achmad Syahri As Sidiqi, untuk memberikan klarifikasi terkait tindakan tersebut. Pemanggilan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (15/5/2026) di kantor DPP Gerindra.
Dipanggil Majelis Kehormatan
Ketua Majelis Kehormatan Gerindra, Habiburokhman, menyatakan pemanggilan ini merupakan tindak lanjut atas viralnya video yang beredar luas di media sosial.
“Merujuk pemberitaan di media masa dan sosial media yang viral pada tanggal 12 Mei 2026 terkait pemberitaan legislator Gerindra Jember main game dan merokok saat rapat stunting,” bunyi surat resmi yang ditandatangani Habiburokhman.
Dalam surat tersebut, Achmad diminta hadir secara langsung dan tidak dapat diwakilkan, serta diminta membawa bukti dan saksi dalam pemeriksaan.
Kejadian Saat Rapat Resmi
Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (11/5/2026) saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Jember.
Rapat itu membahas layanan kesehatan di Kabupaten Jember dan dihadiri berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, serta para kepala puskesmas.
Namun di tengah forum resmi tersebut, video memperlihatkan seorang anggota dewan justru fokus pada ponselnya, diduga sedang bermain game, sambil merokok di dalam ruangan.
DPRD Jember Minta Maaf
Menanggapi kejadian ini, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
“Pertama, kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf. Kita akan proses karena ini menyangkut etika lembaga DPRD,” kata Halim.
Ia menegaskan bahwa pihak DPRD akan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Sorotan Etika Pejabat Publik
Kasus ini kembali memicu perdebatan mengenai etika pejabat publik, khususnya dalam menjalankan tugas di forum resmi. Banyak pihak menilai tindakan tersebut mencerminkan kurangnya profesionalisme dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
Pemanggilan oleh Majelis Kehormatan diharapkan menjadi langkah awal untuk menegakkan disiplin serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.




