KLATEN,GEMADIKA.com – Dalam upaya memperkuat kapasitas ketahanan pangan desa berbasis potensi lokal, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, melakukan studi referensi ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Janti di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Sabtu (31/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Desa Ngraji untuk menggali berbagai praktik terbaik dalam pengelolaan sumber daya desa yang mampu meningkatkan ketahanan pangan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menciptakan keberlanjutan pembangunan berbasis potensi lokal.
Rombongan diterima langsung oleh Pemerintah Desa Janti beserta pengelola BUMDes Jaya Janti yang selama ini dikenal berhasil mengembangkan berbagai unit usaha produktif dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa.

Kepala Desa Ngraji, Yahmo, menegaskan bahwa studi referensi ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah nyata untuk mencari model pengelolaan potensi desa yang dapat diadaptasi dan diterapkan di Desa Ngraji.
“Kami ingin belajar secara langsung bagaimana potensi lokal desa dapat dikelola secara maksimal, profesional, dan berkelanjutan. Ketahanan pangan tidak cukup hanya berbicara soal produksi, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengelola sumber daya yang dimiliki menjadi kekuatan ekonomi desa. Apa yang dilakukan BUMDes Jaya Janti menjadi referensi penting bagi kami untuk memperkuat program ketahanan pangan di Desa Ngraji,” tegas Yahmo.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Sementara itu, Kepala Desa Janti menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui proses panjang yang didukung komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kunci keberhasilan desa adalah keberanian mengelola potensi lokal secara serius dan konsisten. Desa harus mampu membaca peluang yang ada di lingkungannya sendiri. Ketika masyarakat dilibatkan dan diberi ruang untuk berkembang, maka potensi desa akan menjadi kekuatan besar yang mampu mendorong ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, BUMDes Jaya Janti terus didorong menjadi motor penggerak ekonomi desa dengan mengembangkan usaha yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam sesi diskusi dan peninjauan lapangan, peserta studi referensi memperoleh berbagai informasi mengenai tata kelola kelembagaan BUMDes, strategi pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha produktif, hingga pola pemanfaatan potensi lokal yang mampu memberikan nilai tambah bagi warga desa.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Desa Ngraji untuk memperkuat program ketahanan pangan melalui inovasi dan pengelolaan potensi desa yang lebih terarah. Dengan belajar dari pengalaman Desa Janti, Pemerintah Desa Ngraji optimistis dapat membangun model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
Di Tulis Joko Purnomo
Tim Gemadika melaporkan.
(31 Mei 2026)




