SEMARANG, Gemadika.com – Kota Semarang tidak hanya mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026, tetapi juga menyiapkan pengalaman wisata religi dan budaya bagi ribuan peserta serta tamu yang akan datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah Kota Semarang menghadirkan program heritage tour religi sebagai bagian dari rangkaian penyambutan MTQ Nasional. Program ini dirancang untuk memperkenalkan sejarah perkembangan Islam, nilai-nilai toleransi, serta kekayaan budaya yang menjadi identitas Kota Atlas.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan bahwa penyelenggaraan MTQ Nasional menjadi momentum penting untuk menunjukkan wajah Semarang sebagai kota yang memiliki warisan sejarah Islam yang kuat sekaligus menjaga harmoni dalam keberagaman.
“MTQ Nasional bukan hanya ajang syiar Al-Qur’an, tetapi juga kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan semangat toleransi yang telah lama tumbuh di Kota Semarang,” ujarnya.
Melalui kerja sama dengan pelaku industri pariwisata dan berbagai pihak terkait, peserta serta tamu MTQ akan diajak menjelajahi sejumlah destinasi religi yang memiliki nilai sejarah tinggi. Beberapa lokasi yang telah disiapkan antara lain Makam Sunan Terboyo, Makam KH Sholeh Darat, Makam Ki Ageng Pandanaran, serta Masjid Kauman Semarang yang menjadi saksi perkembangan dakwah Islam di wilayah tersebut.
Tidak hanya wisata religi, Pemerintah Kota Semarang juga akan memperkenalkan berbagai destinasi heritage yang menjadi ikon kota. Para tamu berkesempatan mengunjungi kawasan Kota Lama Semarang, Lawang Sewu, Gereja Blenduk, hingga Pura Agung Giri Natha yang mencerminkan kehidupan masyarakat yang harmonis dalam keberagaman agama dan budaya.
Menurut Agustina, konsep heritage tour religi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi peserta MTQ Nasional. Selain mengikuti perlombaan dan kegiatan keagamaan, mereka juga dapat memahami perjalanan sejarah Islam di Semarang serta melihat secara langsung bagaimana nilai toleransi terjaga di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Semarang berharap program tersebut dapat menjadi daya tarik tambahan selama penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Para peserta dan tamu diharapkan tidak hanya membawa pulang kenangan tentang kemeriahan ajang syiar Al-Qur’an, tetapi juga cerita mengenai Semarang sebagai kota yang merawat sejarah, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan menjaga keharmonisan dalam keberagaman




