BIAK, GEMADIKA.com – Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua menemukan dua proyektil dan dua granat di lokasi ledakan yang terjadi di Kompleks Perumahan Nelayan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Penemuan tersebut dilakukan saat tim melakukan penyisiran di area kejadian pada Senin (1/6/2026) sore, usai insiden ledakan yang sempat menggegerkan warga sekitar.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, dua proyektil yang ditemukan dalam kondisi sudah dimodifikasi, di mana bagian amunisinya diduga telah diambil dengan cara digergaji.
“Tadi sore (kemarin, red) Tim Jibom Brimob Polda Papua sudah melakukan penyisiran awal dan berhasil menemukan dan mengamankan dua proyektil yang sudah diambil amunisinya dengan pola karakteristik sudah di potong atau di gurinda. Jadi dua proyektil itu sudah diambil amunisinya,” kata Kapolres, Senin (1/6/2026) malam.
Selain proyektil, tim Jibom juga menemukan dua granat nanas yang telah dimodifikasi di lokasi kejadian. Dari dua granat tersebut, satu di antaranya telah dilakukan disposal atau pemusnahan pada pukul 18.00 WIT, sementara satu granat lainnya masih menunggu proses pemusnahan karena keterbatasan kondisi di lapangan.
“Tim Jibom juga menemukan dua granat nanas yang sudah dimodifikasi di lokasi kejadian. Dari dua buah granat itu, satunya sudah dilaksanakan disposal atau pemusnahan pada pukul 18.00 WIT, sementara satunya akan dimusnahkan besok karena keterbatassan visual hari sudah malam,” ungkapnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian karena masih berpotensi berbahaya dan dalam proses sterilisasi.
“Himbauan kita kepada masyarakat untuk tidak memasuki lokasi kejadian karena masih sangat berbahaya dan ini juga berlaku bagi aparat seluruhnya yag bertugas di lapangan,” tegas Kapolres.
Rencananya, pada Selasa (2/6/2026), tim Jibom Gegana Polda Papua akan kembali melanjutkan penyisiran untuk memastikan area benar-benar aman, terutama pada titik yang diduga menjadi sumber ledakan.
Selain itu, tim SAR gabungan juga akan melakukan pencarian lanjutan di area laut dan pesisir pantai untuk memastikan tidak ada temuan lain yang berpotensi membahayakan warga.




