MAMUJU, GEMADIKA.com – Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga, menerima kunjungan khusus dari Direktur Kerjasama dan Kemitraan Deputi Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia, Kolonel Cba. Muhammad Rizal Salewangang, Rabu (11/6/2025) di ruang Theater lantai 2, Kantor Gubernur Sulbar.
Pertemuan tingkat tinggi ini bukan sekadar rutinitas koordinasi biasa. Kedua pihak secara mendalam membahas dan merumuskan strategi efektif untuk implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Sulawesi Barat, dengan visi jangka panjang yang mengejutkan.
Visi Strategis Menghadapi Krisis Pangan 2054
Dalam sambutannya, Wagub Salim menyampaikan bahwa kehadiran Deputi Promosi dan Kerjasama BGN sangat diharapkan dapat memberikan informasi strategis dan masukan berharga untuk mensukseskan program MBG di daerah.
Yang menarik perhatian adalah perspektif jangka panjang yang disampaikan Wagub Salim. Menurutnya, MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan investasi strategis untuk masa depan bangsa.
“MBG merupakan salah satu program bersifat strategis untuk masa depan negara Republik Indonesia. Menurut analisa militer, sekitar tahun 2054 dunia akan mengalami krisis pangan,” ungkap Salim S Mengga, yang merupakan pasangan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam pemerintahan SDK ini.
Indonesia di Garis Depan Perebutan Sumber Pangan
Wagub Salim menjelaskan proyeksi geopolitik yang mengkhawatirkan. Di masa mendatang, negara-negara yang berada di garis khatulistiwa seperti Indonesia dan beberapa negara lainnya di Asia Selatan diprediksi akan menjadi sasaran perebutan negara-negara lain yang membutuhkan sumber pangan.
Kondisi ini menuntut Indonesia mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan ketangguhan mental serta fisik.
“Karena itulah diperlukan generasi muda yang bukan hanya cerdas tetapi juga berkarakter dan tangguh,” tegas Wagub Salim.
Lebih dari Sekadar Nutrisi
Program MBG, menurut Wagub Salim, memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar perbaikan gizi anak-anak. Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
“Jadi makan bergizi gratis itu bukan hanya sekedar untuk meningkatkan gizi anak-anak tetapi mempersiapkan mereka menghadapi tantangan yang lebih berat ke depan,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Harapan Kontribusi Nasional
Melalui pertemuan strategis ini, Wagub Salim berharap Sulawesi Barat dapat memberikan kontribusi signifikan secara nasional dalam memperjuangkan masa depan generasi muda Indonesia.
“Generasi muda yang cerdas, tangguh dan berkarakter,” pungkasnya sebagai visi besar yang ingin diwujudkan melalui program MBG. (Antyka)




