GROBOGAN, GEMADIKA.com – Suasana khidmat dan penuh berkah menyelimuti Dusun Sumberejosari Barat, RT 04 RW 08, Kecamatan Karangrayung, saat digelar haul perdana untuk mengenang Eyang Truno Djoyo.
Acara yang berlangsung pada Rabu (9/07/2025) tidak hanya menjadi momen spiritual untuk menghormati perjuangan leluhur, tetapi juga menjadi ajang berbagi kasih melalui pemberian santunan kepada 13 anak yatim piatu di wilayah tersebut.
Acara yang dihadiri Kepala Desa Sumber dan sejumlah tamu undangan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai luhur perjuangan para pahlawan masih hidup dalam jiwa masyarakat. Eyang Truno Djoyo, yang dikenal sebagai telik sandi (mata-mata) utusan kerajaan pada masa penjajahan, kini dikenang melalui tradisi yang sarat makna.
Ketua Panitia Maryadi membuka acara dengan penuh rasa syukur. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya haul Eyang Truno Djoyo, termasuk para donatur yang telah berkontribusi dalam acara ini.
“Sebagai anggota TNI, saya merasa penting untuk mengingat dan menghormati leluhur yang terdahulu telah memperjuangkan kemerdekaan. Eyang Truno Djoyo sebagai telik sandi utusan kerajaan dulu,” ujar Maryadi dalam sambutannya.
Kepala Desa Sumberejosari turut menyampaikan pidato yang menyentuh hati. Beliau mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu secara nyata dalam acara haul Eyang Truno Djoyo.
“Beliau mengingatkan bahwa kita semua akan mati dan memberi pelajaran untuk berbuat baik dan mengajak untuk mendoakan membaca sholawat kepada Eyang Truno Djoyo,” demikian pesan yang disampaikan Kepala Desa.
Ketua Paguyuban Pangudi Luhur menjelaskan latar belakang digelarnya haul perdana ini. Menurutnya, tujuan haul adalah untuk mengingat perjuangan Eyang Truno Djoyo yang merupakan utusan keraton yang ditugaskan melawan penjajah.
“Haul yang pertama Eyang Truno Djoyo tujuan haul untuk mengingat perjuangan masalah karena Eyang Truno Djoyo dulu utusan keraton yang di tugaskan melawan penjajah dari gambaran sebagai perjuangan. Beliau juga sebagai ketua paguyuban regi pangudi luhur ketua yayasan pangudi luhur punya SMP SMA di Karangrayung,” jelasnya.
Acara haul ini dikemas dalam rangkaian yang menyentuh dan bermakna. Setelah sambutan dari para tokoh, dilanjutkan dengan pembagian santunan kepada 13 anak yatim piatu yang telah diundang khusus. Momen ini menjadi puncak kegembiraan bagi anak-anak yang menerima bantuan tersebut.
Untuk memperkaya nilai spiritual, acara dilanjutkan dengan tausiah dari KH Ahmad Musaidun SPdI yang memberikan pencerahan tentang makna menghormati leluhur dan berbuat baik kepada sesama.
Acara ditutup dengan penampilan rebana dari Sumberejo Karangrayung yang memeriahkan suasana. (Tri Handojo S)




