PURWOREJO, GEMADIKA.com – Polres Purworejo berhasil menuntaskan Operasi Patuh Candi 2025 yang digelar selama dua pekan penuh, tepatnya dari tanggal 14 hingga 27 Juli 2025.

Operasi besar-besaran ini membuahkan hasil signifikan dalam upaya menciptakan kedisiplinan berlalu lintas di Kabupaten Purworejo.

Operasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas ini berhasil mencatat angka penindakan yang cukup tinggi. Tujuan utamanya adalah mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di seluruh wilayah Purworejo.

Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si., melalui Kabag Ops Polres Purworejo Kompol Sutoyo, S.H., M.H., merilis hasil operasi yang mengejutkan kepada awak media.

“Selama pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2025, jajaran Polres Purworejo mencatat 583 teguran, 529 tilang manual, serta 729 pelanggaran terekam melalui sistem ETLE, dengan total sebanyak 1.841 penindakan terhadap pelanggar lalu lintas,” jelas Kompol Sutoyo saat konferensi pers.

Baca juga :  Ahmad Bahar dan Putrinya Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Polisikan Hercules

Selain penindakan pelanggaran, operasi ini juga mencatat data kecelakaan yang patut mendapat perhatian serius. Dalam rentang waktu 14 hari tersebut, tercatat 10 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polres Purworejo.

Dampak dari kecelakaan tersebut mengakibatkan 11 orang mengalami luka ringan dan 1 orang mengalami luka berat. Angka ini menunjukkan pentingnya kesadaran berlalu lintas yang harus terus ditingkatkan.

Data menunjukkan bahwa pelanggaran lalu lintas masih didominasi oleh kebiasaan buruk yang seharusnya sudah bisa dihindari. Pelanggaran terbanyak meliputi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, pengendara di bawah umur yang belum memiliki SIM, serta penggunaan ponsel saat berkendara yang sangat berbahaya.

Baca juga :  Rembang Gemilang Mobile di Play Store Diduga Tak Berfungsi, Program Smart City Dipertanyakan

Teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) terbukti semakin efektif dalam menindak pelanggaran tanpa harus menghentikan pengendara secara langsung. Sistem canggih ini memungkinkan petugas untuk mendokumentasikan pelanggaran secara otomatis dan akurat.

“Operasi ini tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga edukatif dan preventif. Kami berharap kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas semakin meningkat, sehingga angka kecelakaan bisa terus ditekan,” ujar Kompol Sutoyo.

Polres Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan edukasi dan penegakan hukum secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan demi menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo. (Mr Bean)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami