REMBANG, GEMADIKA.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran (TA) 2026 resmi dimulai di Desa Pondokrejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Rabu (15/7/2026). Program yang digelar Kodim 0720/Rembang ini menjadi wujud sinergi TNI, Pemerintah Kabupaten Rembang, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

Komandan Kodim 0720/Rembang Letkol Arm Winner Fradana Dieng melalui Pasiter Kapten Inf Khoirul Umam menyampaikan, TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 menyasar pembangunan fisik dan nonfisik yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sasaran fisik meliputi pembangunan rabat beton sepanjang 590 meter dengan lebar 2,5 meter dan tebal 16 sentimeter, serta pembangunan gorong-gorong sepanjang 5 meter berdiameter 40 sentimeter. Sementara sasaran nonfisik meliputi penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, kamtibmas, hukum, bahaya narkoba, keluarga berencana, pemberdayaan anak, hingga pencegahan stunting.

Pelaksanaan TMMD melibatkan 60 personel, terdiri dari 35 personel Kodim 0720/Rembang, 3 personel Polri, 2 tenaga kesehatan, serta 20 warga yang bergotong royong menyukseskan program tersebut.

Baca juga :  PT BAK Minta Kesetaraan Hukum, Tegaskan Izin Operasional Sedang Diproses

Bupati Rembang Harno yang membuka secara resmi kegiatan TMMD mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di desa-desa yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur.

“Masih banyak desa di Kabupaten Rembang yang sangat membutuhkan bantuan. Karena itu dipilih desa-desa yang memang menjadi prioritas. Kebetulan TMMD Sengkuyung Tahap III tahun ini dilaksanakan di Desa Pondokrejo, dan ke depan akan dilanjutkan ke desa-desa lain yang membutuhkan,” ujar Harno.

Ia menambahkan, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Rembang dan Kodim 0720/Rembang menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan TMMD.

“Kita saling bekerja sama, saling membantu dalam segala hal, termasuk dari sisi anggaran. Harapannya hasil TMMD ini benar-benar berguna dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga Pondokrejo,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pondokrejo, Edi Subondo, mengaku bersyukur desanya menjadi lokasi pelaksanaan TMMD tahun ini. Menurutnya, pembangunan jalan menjadi kebutuhan utama masyarakat karena akses yang ada selama ini masih berupa jalan tanah berbatu dan belum dapat dilalui kendaraan roda empat.

Baca juga :  Pemdes Rejosari Gelar Rembuk Stunting, Camat Grobogan Tekankan Sinergi Cegah Stunting Sejak Dini

“Selama ini jalan masih berupa tanah dan berbatu, belum bisa dilalui mobil. Dengan adanya TMMD, jalan ini dibuka dan diperlebar sehingga nantinya menghubungkan Desa Pondokrejo dengan Desa Sudo, Kecamatan Sulang. Akses ini sangat penting untuk mengangkut hasil pertanian masyarakat,” ungkap Edi.

Ia mengatakan, selain peningkatan jalan, kebutuhan infrastruktur lain yang masih dibutuhkan masyarakat adalah pembangunan embung untuk mendukung sektor pertanian.

Edi juga menyebut antusiasme warga sangat tinggi dalam mendukung pelaksanaan TMMD. Pemerintah desa bersama masyarakat berkomitmen menjaga hasil pembangunan melalui kegiatan kerja bakti secara rutin.

“Kami akan terus merawat hasil pembangunan ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Harapan kami, ke depan desa juga tetap mendapat dukungan pembangunan dari pemerintah,” pungkasnya.

Penulis : Aziz
Editor : Rini

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami