JAKARTA, GEMADIKA.com – Dalam suasana penuh keceriaan dan semangat gotong royong, Ibu Negara Selvi Gibran menyapa ratusan anak-anak dan masyarakat yang menghadiri acara edukatif bertema “Laut Sehat, Bebas Sampah”, Selasa (6/8/2025).
Kegiatan ini digelar sebagai upaya membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini, khususnya dalam menghadapi tantangan sampah plastik yang mengancam laut dan ekosistemnya.
Sejak pagi, peserta yang terdiri dari pelajar, orang tua, dan berbagai komunitas lingkungan mengikuti beragam aktivitas menarik. Salah satu yang paling disukai adalah workshop kerajinan dari limbah plastik, seperti membuat tas, tempat pensil, hingga kotak tisu.
Disambut tepuk tangan riuh, Ibu Selvi membuka acara dengan penuh semangat dan sapaan hangat:

“Selamat siang anak-anak semua! Sehat? Semangat? Sudah sarapan? Tadi yel-yelnya kenceng banget ya, luar biasa!” ucapnya disambut sorak peserta.
Apresiasi Kerja Sama dan Gotong Royong
Dalam sambutannya, Ibu Selvi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Ia secara khusus menyebut sejumlah tokoh perempuan inspiratif:
- Ketua Bidang IV, Bu Sri Suparni Bahlil
- Wakil Ketua Bidang IV, Bu Ernawati Trenggono
- Wakil Ketua Bidang III, Bu Fatma Sela Yusuf
- Serta jajaran kementerian dan instansi terkait lainnya.
“Terima kasih atas kerja sama, gotong royong, dan persiapan yang luar biasa dari semua pihak. Kita bisa berkumpul siang ini dalam suasana yang menyenangkan sekaligus bermanfaat,” ujar Ibu Selvi.
Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
Ibu Selvi kemudian mengajak anak-anak untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama terkait pengelolaan sampah plastik.
“Boleh nggak buang sampah sembarangan? Nggak boleh ya! Kalau ada sampah, harus dibuang ke tempatnya. Jangan buang ke sungai, nanti lari ke laut dan mencemari laut kita,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sampah plastik tidak hanya merusak laut dan membunuh biota laut, tapi juga berpotensi kembali ke tubuh manusia lewat makanan, seperti ikan yang terkontaminasi.
Ibu Selvi pun mengajak peserta mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Pelan-pelan kita bisa ganti sedotan plastik dengan sedotan bambu atau kertas. Kalau belanja ke pasar, bisa bawa tas sendiri dari rumah,” sarannya.
Sampah Bernilai Ekonomi Jika Diolah
Salah satu sesi yang paling menginspirasi adalah kegiatan membuat kerajinan tangan dari sampah. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa sampah tidak selalu harus dibuang — jika dikelola dengan baik, bisa menjadi produk bernilai ekonomi.
“Sampah kalau diolah bisa jadi barang yang punya nilai ekonomi. Bisa dijual lagi, bisa jadi ladang rezeki. Jadi mari kita jaga lingkungan sambil tetap kreatif,” katanya.
Perempuan dan Komunitas Jadi Garda Terdepan
Menutup sambutannya, Ibu Selvi mengajak semua pihak, khususnya komunitas perempuan seperti Seruni, untuk menjadi motor penggerak pelestarian lingkungan secara kolektif dan berkelanjutan.
“Saya yakin banyak pihak yang siap bergandengan tangan menjaga lingkungan. Kita ingin Indonesia bebas sampah dan seluruh rakyatnya hidup sehat dan sejahtera,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah.
Momentum untuk Gerakan Nasional
Acara “Laut Sehat, Bebas Sampah” ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif di tengah masyarakat—bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari masyarakat, komunitas, dan generasi muda.
Dengan semangat anak-anak, kekuatan komunitas perempuan, dan keteladanan pemimpin, Indonesia diharapkan mampu melangkah menuju masa depan yang lebih hijau, bersih, dan sehat.(Redaksi)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan