REMBANG, GEMADIKA.com – Larung sesaji atau sedekah laut merupakan salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat pesisir sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki dari laut serta doa keselamatan bagi para nelayan. Tradisi tersebut kembali digelar warga Dukuh Layur, Desa Gedungmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Minggu (10/5/2026), di kawasan Pulau Gosong.
Puluhan perahu nelayan tampak mengiringi prosesi pelarungan sesaji menuju tengah laut. Suasana semakin meriah dengan iringan musik gamelan tradisional yang dimainkan di atas perahu selama prosesi berlangsung.
Sebelum dilarung ke laut, ancak atau sesaji terlebih dahulu diarak mengelilingi desa warga setempat. Arak-arakan tersebut diiringi kesenian tradisional berupa musik gamelan yang menambah semarak tradisi budaya pesisir tersebut.
Sesaji yang dilarung berisi berbagai buah-buahan dan kepala kambing yang ditempatkan di dalam miniatur rumah-rumahan sebelum dibawa ke kawasan Pulau Gosong.
Sebelum prosesi larung dilakukan, warga dan tokoh masyarakat terlebih dahulu memanjatkan doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar para nelayan diberikan keselamatan saat melaut serta hasil tangkapan yang melimpah.
Kepala Dusun Dukuh Layur, Desa Gedungmulyo, Jumari, mengatakan tradisi larung sesaji merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT karena mayoritas warga Dukuh Layur bekerja sebagai nelayan.
“Larung sesaji ini bentuk syukur kepada Allah lewat laut, karena mayoritas warga Dukuh Layur mata pencahariannya di laut,” ujar Jumari.
Ia menjelaskan, tradisi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun dan menjadi simbol kebersamaan masyarakat desa.
“Harapannya warga semakin sejahtera dan semakin kompak, terutama dalam melestarikan adat istiadat desa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Sairin mengatakan isi sesaji yang dilarung terdiri dari buah-buahan dan kepala kambing yang ditempatkan di dalam miniatur rumah-rumahan sebelum dilarung ke laut.
“Tadi pagi dimulai dengan karnaval, lalu larung sesaji. Setelah itu nanti dilanjutkan pagelaran ketoprak,” jelas Sairin.
Salah satu warga, Turiyono, menyebut antusias masyarakat tahun ini tetap tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, tradisi larung sesaji menjadi simbol kekompakan warga sekaligus doa bagi keselamatan para nelayan.
“Harapan kami para nelayan selalu diberi keselamatan saat melaut dan hasil tangkapan melimpah,” katanya.
Tradisi larung sesaji di Pulau Gosong menjadi salah satu budaya masyarakat pesisir Lasem yang terus dijaga sebagai bentuk rasa syukur, kebersamaan, dan penghormatan terhadap adat yang diwariskan secara turun-temurun.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan